Logo Universitas Lambung Mangkurat
E-Modul Matrikulasi

Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan

Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan

Tentang E-Modul

Matrikulasi Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan

1

Pengantar E-Modul

E-modul Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan merupakan bahan belajar digital yang disiapkan sebagai bagian dari program matrikulasi bagi mahasiswa Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan. E-modul ini dirancang untuk memberikan landasan awal yang sistematis mengenai konsep, sejarah, paradigma, domain, teori, perkembangan, dan penerapan Teknologi Pendidikan dalam berbagai lingkungan belajar.

Matrikulasi memiliki posisi penting karena mahasiswa dapat berasal dari latar belakang pendidikan dan pengalaman akademik yang beragam. Oleh karena itu, e-modul ini tidak diarahkan untuk membahas seluruh bidang Teknologi Pendidikan secara mendalam, tetapi memberikan fondasi konseptual dan akademik yang diperlukan sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan pada tingkat pascasarjana.

Prinsip utama e-modul ini adalah bahwa teknologi bukan sekadar perangkat digital. Teknologi Pendidikan merupakan bidang keilmuan dan praktik yang berorientasi pada pemecahan masalah belajar, fasilitasi belajar, peningkatan kinerja, serta penciptaan solusi yang efektif, efisien, inklusif, etis, dan sesuai dengan kebutuhan serta konteks pengguna.

2

Kedudukan E-Modul dalam Matrikulasi

Program matrikulasi berfungsi sebagai tahap penguatan pengetahuan awal sebelum mahasiswa memasuki kajian pascasarjana yang lebih spesifik. Pada tahap ini, mahasiswa diarahkan untuk memiliki pemahaman bersama mengenai istilah, konsep dasar, paradigma, perkembangan, dan ruang lingkup Teknologi Pendidikan.

Dengan demikian, e-modul ini menjadi titik awal untuk membangun academic readiness mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu mengingat definisi, tetapi juga mampu menghubungkan konsep dengan masalah pendidikan nyata dan mulai berpikir sebagai calon akademisi serta praktisi Teknologi Pendidikan.

3

Tujuan E-Modul

Setelah mempelajari e-modul ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman dasar yang dapat menjadi pijakan untuk mengikuti pembelajaran pada Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan.

  • Menjelaskan hakikat dan pengertian Teknologi Pendidikan sebagai bidang keilmuan dan praktik.
  • Mengidentifikasi landasan filosofis, psikologis, sosiologis, historis, ilmiah, dan etis Teknologi Pendidikan.
  • Menjelaskan perkembangan Teknologi Pendidikan dari era media hingga era digital dan kecerdasan artifisial.
  • Memahami perubahan paradigma Teknologi Pendidikan dari orientasi alat menuju pendekatan sistem dan pemecahan masalah.
  • Mengenali domain utama Teknologi Pendidikan, meliputi desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.
  • Menganalisis penerapan teknologi untuk mendukung proses belajar, peningkatan kinerja, dan transformasi pendidikan.
  • Menunjukkan sikap kritis, etis, inklusif, dan bertanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.
4

Paradigma Outcome-Based Education (OBE)

E-modul ini dikembangkan dengan memperhatikan paradigma Outcome-Based Education (OBE). OBE menempatkan capaian atau hasil belajar sebagai orientasi utama proses pendidikan. Artinya, kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan dosen, tetapi pada kemampuan yang dapat ditunjukkan mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.

Dalam pendekatan OBE, terdapat keterkaitan antara capaian pembelajaran, materi, aktivitas belajar, asesmen, dan pengalaman belajar mahasiswa. Oleh sebab itu, setiap bagian e-modul dirancang agar mahasiswa tidak hanya membaca materi, tetapi juga melakukan eksplorasi, menganalisis kasus, mengerjakan asesmen, melakukan refleksi, dan menghubungkan konsep dengan persoalan pendidikan.

Prinsip OBE dalam E-Modul
1
Outcome-oriented — pembelajaran diarahkan pada capaian yang harus dapat ditunjukkan mahasiswa.
2
Student-centered — mahasiswa menjadi subjek aktif dalam membangun pengetahuan dan pengalaman belajar.
3
Constructive alignment — capaian pembelajaran, aktivitas, materi, dan asesmen dirancang saling selaras.
4
Continuous improvement — hasil asesmen dan refleksi digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran.
5

Capaian Pembelajaran

Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dalam e-modul ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar Teknologi Pendidikan serta menunjukkan kemampuan awal untuk menganalisis persoalan pembelajaran dari perspektif Teknologi Pendidikan.

  • Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan hakikat Teknologi Pendidikan.
  • Mahasiswa mampu menganalisis landasan dan ruang lingkup Teknologi Pendidikan.
  • Mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan paradigma dan teknologi pembelajaran.
  • Mahasiswa mampu mengidentifikasi penerapan Teknologi Pendidikan dalam berbagai konteks.
  • Mahasiswa mampu menunjukkan sikap kritis, etis, inklusif, dan inovatif dalam pemanfaatan teknologi.
6

Ruang Lingkup Materi

Materi dalam e-modul disusun secara bertahap dari konsep dasar menuju penerapan. Struktur tersebut memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman secara berjenjang sebelum melakukan analisis terhadap masalah dan teknologi pendidikan yang lebih kompleks.

Konsep Dasar

Pengertian teknologi, Teknologi Pendidikan, tujuan, fungsi, dan karakteristik bidang.

Landasan

Landasan filosofis, psikologis, sosiologis, historis, ilmiah, dan etis.

Perkembangan

Perjalanan Teknologi Pendidikan dari media visual, audiovisual, komputer, internet, hingga AI.

Paradigma

Pergeseran paradigma menuju pendekatan sistem, learner-centered, personalisasi, dan berbasis data.

Domain Teknologi Pendidikan

Desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.

Teknologi Digital

LMS, multimedia, mobile learning, cloud, learning analytics, AI, AR/VR, dan teknologi adaptif.

Etika dan Inklusivitas

Aksesibilitas, keamanan data, privasi, etika AI, kesenjangan digital, dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab.

Penerapan

Penerapan Teknologi Pendidikan pada sekolah, perguruan tinggi, pelatihan, pendidikan inklusif, dan organisasi.

7

Strategi Belajar dalam E-Modul

E-modul dirancang agar mahasiswa belajar secara aktif dan bertahap. Mahasiswa dianjurkan tidak hanya membaca materi, tetapi mengikuti seluruh aktivitas yang tersedia. Setiap tahapan memiliki fungsi untuk membantu mahasiswa membangun pemahaman, menguji pengetahuan, dan melakukan refleksi terhadap proses belajar.

1

Eksplorasi

Menghubungkan pengetahuan awal dengan topik yang akan dipelajari.

2

Pemahaman

Mempelajari konsep dan prinsip utama Teknologi Pendidikan.

3

Penerapan

Menganalisis masalah dan menghubungkan konsep dengan situasi nyata.

4

Refleksi

Menilai pemahaman dan merumuskan pembelajaran yang diperoleh.

8

Asesmen Pembelajaran

Asesmen dalam e-modul digunakan sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya sebagai alat untuk menentukan nilai akhir. Asesmen diagnostik awal digunakan untuk mengetahui pengetahuan dan pengalaman awal mahasiswa. Selanjutnya, kuis, aktivitas, studi kasus, dan refleksi digunakan untuk melihat perkembangan pemahaman mahasiswa.

Hasil asesmen dapat digunakan mahasiswa untuk mengetahui bagian yang sudah dikuasai dan bagian yang masih perlu dipelajari kembali. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip OBE yang menekankan ketercapaian hasil belajar dan perbaikan berkelanjutan.

9

Karakteristik E-Modul

  • Mandiri, mahasiswa dapat mempelajari materi sesuai dengan ritme belajarnya.
  • Interaktif, pembelajaran dilengkapi aktivitas, asesmen, dan refleksi.
  • Berbasis OBE, aktivitas diarahkan pada pencapaian kompetensi dan hasil belajar.
  • Kontekstual, materi dihubungkan dengan persoalan pendidikan nyata.
  • Akademik, pembahasan menjadi pengantar menuju kajian Teknologi Pendidikan pada tingkat pascasarjana.
  • Inklusif, teknologi dipandang sebagai sarana yang harus dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai karakteristik pengguna.
  • Etis, penggunaan teknologi mempertimbangkan tanggung jawab, privasi, keamanan, dan integritas akademik.
10

Peran Mahasiswa

Mahasiswa diharapkan menjadi pembelajar aktif yang tidak berhenti pada penguasaan definisi dan konsep. Pada tingkat pascasarjana, mahasiswa perlu mulai membangun kemampuan berpikir kritis, analitis, reflektif, dan berbasis bukti.

Oleh karena itu, mahasiswa dianjurkan menghubungkan setiap konsep dengan pengalaman pendidikan yang ditemukan di sekolah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, organisasi, maupun lingkungan masyarakat. Pertanyaan penting yang perlu dibangun adalah: masalah apa yang hendak diselesaikan, siapa yang mengalami masalah, mengapa masalah tersebut terjadi, dan bagaimana teknologi dapat menjadi bagian dari solusi?

11

Pesan Penutup

Selamat belajar dan mengeksplorasi Teknologi Pendidikan. Ingat bahwa teknologi yang baik bukanlah teknologi yang paling baru atau paling canggih, melainkan teknologi yang mampu memberikan nilai tambah terhadap penyelesaian masalah belajar dan peningkatan kinerja sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, konteks, bukti, dan prinsip etika.

Gunakan e-modul ini sebagai pintu masuk untuk membangun cara berpikir seorang akademisi Teknologi Pendidikan: mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan, merancang solusi, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi, mengelola proses, serta mengevaluasi dampaknya secara berkelanjutan.