Logo Universitas Lambung Mangkurat
ULM

DASAR-DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan β€’ Matrikulasi 2026

πŸ“–

PERTEMUAN 1

Konsep dan Hakikat Teknologi Pendidikan

1

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

2

πŸ“– Pengertian Teknologi

Teknologi sering dipahami secara sempit sebagai perangkat, mesin, aplikasi, komputer, atau perangkat digital. Pemahaman tersebut belum menggambarkan teknologi secara utuh. Teknologi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan pengetahuan, proses, metode, dan sumber daya secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam pendidikan, teknologi tidak semata-mata berarti menggunakan perangkat digital. Teknologi dapat berupa pendekatan, prosedur, sistem, desain, strategi, media, sumber belajar, maupun perangkat yang digunakan untuk memecahkan masalah belajar dan meningkatkan kinerja.

Pertanyaan kunci:

Jika sebuah sekolah memiliki komputer, tablet, internet, dan Artificial Intelligence, tetapi pembelajarannya tetap tidak mampu menjawab kebutuhan peserta didik, apakah sekolah tersebut sudah menerapkan Teknologi Pendidikan?

3

🧠 Hakikat Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan merupakan bidang keilmuan dan praktik yang berorientasi pada upaya memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui pemanfaatan proses dan sumber yang tepat.

Dengan demikian, titik awal Teknologi Pendidikan bukanlah pertanyaan "teknologi apa yang tersedia?", melainkan "masalah pendidikan apa yang perlu dipecahkan?"

Orientasi tersebut menempatkan peserta didik, tujuan, karakteristik belajar, lingkungan, sumber belajar, proses, asesmen, dan hasil sebagai bagian dari sistem yang saling berhubungan. Kajian mutakhir tentang teknologi pendidikan juga menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan teknologi sangat dipengaruhi oleh teknologi itu sendiri, pengguna, konteks, strategi implementasi, serta desain pembelajaran yang menyertainya (Liu et al., 2020; Martin et al., 2020).

Prinsip utama:

Teknologi bukan tujuan pendidikan. Teknologi merupakan sarana yang dipilih secara sadar berdasarkan kebutuhan, tujuan, karakteristik pengguna, konteks, bukti, efektivitas, efisiensi, aksesibilitas, dan etika.

4

🌐 Definisi AECT

Dalam kajian Teknologi Pendidikan, salah satu organisasi profesional yang sangat penting adalah AECT.

AECT = Association for Educational Communications and Technology

AECT merupakan singkatan dari Association for Educational Communications and Technology, yaitu organisasi profesional yang berperan penting dalam perkembangan bidang Teknologi Pendidikan, komunikasi pendidikan, desain pembelajaran, media, sumber belajar, serta praktik profesional yang berkaitan dengan teknologi untuk pendidikan.

Secara konseptual, istilah tersebut dapat dipahami sebagai berikut:

Association Educational Communications Technology
  • Association β†’ organisasi atau perkumpulan profesional.
  • Educational β†’ berkaitan dengan pendidikan dan proses belajar.
  • Communications β†’ berkaitan dengan proses komunikasi, penyampaian pesan, informasi, dan interaksi dalam pendidikan.
  • Technology β†’ berkaitan dengan penerapan pengetahuan, proses, sumber, sistem, dan perangkat secara sistematis untuk mencapai tujuan.

AECT memiliki sejarah panjang dalam mendefinisikan dan mengembangkan bidang Teknologi Pendidikan. Perubahan definisi tersebut memperlihatkan bahwa Teknologi Pendidikan berkembang dari orientasi terhadap media dan alat menuju bidang yang lebih sistematis, integratif, etis, dan berorientasi pada pemecahan masalah belajar serta peningkatan kinerja.

AECT 1994

Pada periode 1994, istilah yang banyak digunakan adalah Instructional Technology. Seels dan Richey menempatkan bidang tersebut sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi proses serta sumber untuk belajar. Definisi tersebut tetap penting secara historis untuk memahami perkembangan bidang, sedangkan penelitian mutakhir menunjukkan bahwa teknologi pendidikan saat ini semakin dipahami melalui integrasi desain, konteks, pengguna, proses belajar, dan bukti dampak (Martin et al., 2020; Liu et al., 2020).

Kata kunci AECT 1994: desain β†’ pengembangan β†’ pemanfaatan β†’ pengelolaan β†’ evaluasi β†’ proses dan sumber untuk belajar.

AECT 2008

Definisi yang dikembangkan melalui karya Januszewski dan Molenda menekankan bahwa Educational Technology merupakan studi dan praktik etis untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber teknologi yang tepat. Orientasi tersebut tetap relevan ketika dibaca bersama penelitian mutakhir yang menekankan pentingnya desain, konteks, keterlibatan peserta didik, pengembangan profesional, dan evaluasi dampak teknologi (Bond et al., 2020; Lidolf & Pasco, 2020; Ifenthaler & Yau, 2020).

Kata kunci AECT 2008: studi β†’ praktik etis β†’ fasilitasi belajar β†’ peningkatan kinerja β†’ penciptaan β†’ penggunaan β†’ pengelolaan β†’ proses dan sumber teknologi yang tepat.
Catatan penting untuk mahasiswa S2:

Perhatikan perubahan orientasinya. Teknologi Pendidikan tidak berhenti pada kemampuan membuat media. Seorang Teknolog Pendidikan harus mampu memahami masalah, menganalisis kebutuhan, merancang solusi, memilih teknologi yang tepat, mengimplementasikan solusi, dan mengevaluasi dampaknya. Penelitian mutakhir juga menunjukkan bahwa keberhasilan teknologi pendidikan tidak cukup diukur dari kehadiran atau penggunaan teknologi, tetapi perlu dilihat melalui proses belajar, keterlibatan, konteks, dan hasil yang dicapai (Bond et al., 2020; Ifenthaler & Yau, 2020).

5

🎯 Tujuan Teknologi Pendidikan

Bukti penelitian mutakhir menunjukkan bahwa teknologi digital dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran, tetapi dampaknya bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dirancang dan digunakan. Meta-analisis Lei dan Li (2022), misalnya, menemukan bahwa pembelajaran yang didukung perangkat digital memberikan peningkatan pada motivasi dan hasil belajar dibandingkan pembelajaran tradisional dalam kumpulan studi yang mereka analisis.

6

πŸŽ“ Teknologi Pendidikan dan Outcome-Based Education

Mahasiswa pascasarjana perlu memahami bahwa Teknologi Pendidikan dapat ditempatkan dalam paradigma pendidikan yang berorientasi pada hasil atau Outcome-Based Education (OBE).

OBE menempatkan capaian atau outcome sebagai titik penting dalam perencanaan pendidikan. Karena itu, penggunaan teknologi seharusnya tidak dimulai dari teknologi yang sedang populer, tetapi dari capaian yang hendak diwujudkan.

Dalam pengembangan teknologi pembelajaran, prinsip tersebut sejalan dengan temuan penelitian bahwa teknologi perlu diposisikan sebagai bagian dari desain pembelajaran dan bukan sebagai tujuan yang berdiri sendiri. Martin et al. (2020) menunjukkan pentingnya melihat teknologi pembelajaran melalui lingkungan belajar, desain, karakteristik pengguna, dan tujuan pembelajaran.

Logika sederhana OBE dalam Teknologi Pendidikan:
Capaian
β†’
Analisis Kebutuhan
β†’
Desain
β†’
Teknologi
β†’
Implementasi
β†’
Evaluasi

Dalam perspektif ini, teknologi dipandang berhasil bukan karena teknologi tersebut canggih, tetapi karena mampu memberikan kontribusi terhadap tercapainya outcome yang telah ditetapkan.

Contoh:

Jika outcome pembelajaran adalah kemampuan mahasiswa menganalisis masalah pendidikan secara kritis, penggunaan AI tidak otomatis tepat hanya karena AI merupakan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut harus dirancang agar mahasiswa tetap melakukan analisis, verifikasi, argumentasi, dan refleksi secara mandiri. Kajian Zhang dan Aslan (2021) menunjukkan bahwa pengembangan AI dalam pendidikan perlu memperhatikan manfaat pendidikan sekaligus isu etika, privasi, dan hubungan antara inovasi teknologi dengan kebutuhan pendidikan.

7

πŸ”¬ Teknologi Pendidikan sebagai Bidang Keilmuan, Praktik, dan Profesi

Teknologi Pendidikan dapat dipahami melalui beberapa perspektif yang saling berkaitan.

Perspektif Penjelasan
Bidang Keilmuan Mengembangkan teori, konsep, model, prinsip, dan bukti ilmiah untuk memahami serta memecahkan masalah pendidikan.
Praktik Menerapkan teori dan prinsip untuk merancang, mengembangkan, menggunakan, mengelola, dan mengevaluasi solusi pendidikan.
Profesi Melibatkan kompetensi profesional, tanggung jawab, standar etika, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

Karena itu, lulusan Teknologi Pendidikan tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis. Mereka perlu memiliki kemampuan berpikir sistemik, analitis, kreatif, kritis, etis, dan reflektif. Penelitian tentang pengembangan profesional teknologi pendidikan di perguruan tinggi juga menunjukkan pentingnya peran pendidik sebagai pembelajar, perancang, dan peneliti dalam pemanfaatan teknologi (Lidolf & Pasco, 2020).

8

πŸŽ₯ Video Eksplorasi

Silakan simak video berikut sebagai pengantar untuk memperluas pemahaman tentang Teknologi Pendidikan.

πŸŽ₯ Sumber Video: Ulfia Rahmi β€” Teknologi Pendidikan: Kawasan Teknologi Pendidikan (AECT 1994)
Tonton video di YouTube

9

πŸ’‘ Eksplorasi

"Apakah Teknologi Pendidikan hanya tentang teknologi?"

Amati lingkungan pendidikan di sekitar Anda. Identifikasi teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, kemudian jangan berhenti pada nama perangkat atau aplikasinya.

Analisis masalah pendidikan yang ingin diselesaikan, pengguna yang terlibat, tujuan penggunaannya, proses yang dilakukan, serta perubahan yang diharapkan.

Fokus eksplorasi: masalah β†’ kebutuhan β†’ tujuan β†’ solusi β†’ teknologi β†’ dampak.

10

🎯 Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 β€” Identifikasi Teknologi

Identifikasi lima teknologi yang digunakan dalam kegiatan pendidikan di sekolah, perguruan tinggi, pelatihan, atau organisasi.

Aktivitas 2 β€” Analisis Fungsi

Untuk setiap teknologi, jelaskan masalah yang ingin diselesaikan, siapa penggunanya, tujuan penggunaannya, serta apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan nilai tambah.

Aktivitas 3 β€” Perspektif OBE

Pilih satu teknologi dan tentukan outcome apa yang hendak dicapai. Kemudian jelaskan apakah teknologi tersebut benar-benar mendukung pencapaian outcome tersebut.

11

🧩 Studi Kasus Analitis

Kasus: Sekolah Menggunakan Artificial Intelligence

Sebuah sekolah mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu guru membuat bahan ajar, soal, rangkuman materi, dan umpan balik kepada peserta didik. Pimpinan sekolah menyatakan bahwa sekolah tersebut telah melakukan transformasi Teknologi Pendidikan karena telah menggunakan AI.

Namun, setelah enam bulan, guru memang menjadi lebih cepat menghasilkan materi, tetapi peserta didik tidak menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan. Sebagian guru juga mulai menerima keluaran AI tanpa melakukan verifikasi. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran mengenai privasi data peserta didik dan ketergantungan terhadap AI. Kekhawatiran tersebut sejalan dengan kajian Zhang dan Aslan (2021) yang menekankan perlunya perhatian terhadap manfaat pendidikan, etika, privasi, dan arah pengembangan AI dalam pendidikan.

Sebagai mahasiswa S2 Teknologi Pendidikan, Anda diminta menganalisis kasus tersebut bukan hanya dari sisi penggunaan teknologi, tetapi dari perspektif masalah, kebutuhan, outcome, desain, etika, dan evaluasi.

Fokus analisis: Masalah pendidikan β†’ kebutuhan β†’ outcome β†’ desain pembelajaran β†’ pemilihan teknologi β†’ implementasi β†’ etika β†’ bukti dampak.
1. Jika Anda menerima klaim bahwa sekolah tersebut telah melakukan "transformasi Teknologi Pendidikan" hanya karena menggunakan AI, bagian mana dari klaim tersebut yang Anda terima dan bagian mana yang Anda persoalkan? Bangun argumentasi Anda berdasarkan konsep Teknologi Pendidikan dan AECT 2008.
2. Jika outcome utama yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan berpikir kritis peserta didik, bagaimana Anda akan mendesain ulang peran AI agar teknologi tersebut memperkuat proses berpikir mahasiswa/peserta didik, bukan menggantikannya? Jelaskan keputusan desain yang Anda anggap paling penting.
3. Bayangkan Anda ditunjuk sebagai Teknolog Pendidikan untuk memutuskan apakah program AI tersebut layak dilanjutkan. Bukti apa yang akan Anda cari, dan kapan Anda berani menyatakan bahwa teknologi tersebut gagal meskipun guru merasa lebih efisien? Jelaskan ukuran keberhasilan yang menurut Anda paling bermakna secara pendidikan.

βœ“ Analisis kasus berhasil disimpan pada perangkat ini.

12

πŸ“ Tes HOTS

Petunjuk:

Tes berikut dirancang untuk mahasiswa jenjang S2. Pilih satu jawaban yang paling tepat. Pertanyaan menekankan analisis, evaluasi, sintesis, pengambilan keputusan, dan argumentasi konseptual.

Jumlah soal: 10 soal

Skor maksimal: 100

Soal 1

Sebuah universitas membeli platform AI pembelajaran dengan fitur sangat lengkap. Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa justru semakin pasif karena sebagian besar aktivitas belajar telah diotomatisasi. Berdasarkan hakikat Teknologi Pendidikan, keputusan paling tepat adalah...

Soal 2

Sebuah sekolah memiliki perangkat digital lengkap tetapi kemampuan membaca peserta didik tetap rendah. Analisis yang paling sesuai dengan paradigma Teknologi Pendidikan adalah...

Soal 3

Jika pendekatan OBE digunakan dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, keputusan desain yang paling fundamental adalah...

Soal 4

Perbedaan paling mendasar antara teknologi sebagai alat dan Teknologi Pendidikan sebagai bidang keilmuan adalah...

Soal 5

Sebuah sekolah ingin menggunakan AI untuk menghasilkan bahan ajar. Prinsip etis yang paling penting sebelum implementasi adalah...

Soal 6

Dalam perspektif AECT 2008, pernyataan yang paling tepat mengenai Teknologi Pendidikan adalah...

Soal 7

Jika sebuah teknologi sangat mahal tetapi tidak memberikan nilai tambah terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, keputusan yang paling profesional adalah...

Soal 8

Penelitian Mansur et al. (2023) mengenai desain pembelajaran pendidikan inklusif pada era Society 5.0 menunjukkan pentingnya kesesuaian desain pembelajaran dengan kondisi, kebutuhan, standar pendidikan, pendidik, dan infrastruktur. Implikasi paling penting bagi Teknologi Pendidikan adalah...

Soal 9

Seorang Teknolog Pendidikan diminta membuat aplikasi karena pimpinan sekolah menganggap aplikasi tersebut dapat menyelesaikan masalah belajar. Tindakan profesional pertama yang seharusnya dilakukan adalah...

Soal 10

Pernyataan yang paling mencerminkan cara berpikir seorang Teknolog Pendidikan pada tingkat pascasarjana adalah...

Hasil Tes HOTS

Nama: -

NIM: -

0

dari 100

-
13

πŸ’­ Refleksi

Pertanyaan reflektif:

Setelah memahami konsep dan hakikat Teknologi Pendidikan, apakah pandangan Anda terhadap teknologi dalam pendidikan mengalami perubahan?

Jika sebelumnya teknologi mungkin dipahami sebagai alat, bagaimana Anda sekarang memandang hubungan antara masalah pendidikan, kebutuhan, outcome, desain, teknologi, dan dampak?

βœ“ Refleksi berhasil disimpan.

14

πŸ“š Daftar Pustaka

Bond, M., Buntins, K., Bedenlier, S., Zawacki-Richter, O., & Kerres, M. (2020). Mapping research in student engagement and educational technology in higher education: A systematic evidence map. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17 , 2. https://doi.org/10.1186/s41239-019-0176-8

Bedenlier, S., Bond, M., Buntins, K., Zawacki-Richter, O., & Kerres, M. (2020). Facilitating student engagement through educational technology in higher education: A systematic review in the field of arts and humanities. Australasian Journal of Educational Technology, 36 (4), 126–150. https://doi.org/10.14742/ajet.5477

Ifenthaler, D., & Yau, J. Y.-K. (2020). Utilising learning analytics to support study success in higher education: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 68 , 1961–1990. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09788-z

Lidolf, S., & Pasco, D. (2020). Educational technology professional development in higher education: A systematic literature review of empirical research. Frontiers in Education, 5 , 35. https://doi.org/10.3389/feduc.2020.00035

Liu, Q., Geertshuis, S., & Grainger, R. (2020). Understanding academics' adoption of learning technologies: A systematic review. Computers & Education, 151 , 103857. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103857

Martin, F., Dennen, V. P., & Bonk, C. J. (2020). A synthesis of systematic review research on emerging learning environments and technologies. Educational Technology Research and Development, 68 , 1613–1633. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09812-2

MΓΌller, F. A., & Wulf, T. (2020). Technology-supported management education: A systematic review of antecedents of learning effectiveness. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17 , 47. https://doi.org/10.1186/s41239-020-00226-x

Zhang, K., & Aslan, A. B. (2021). AI technologies for education: Recent research & future directions. Computers and Education: Artificial Intelligence, 2 , 100025. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100025

Khosravi, H., Shum, S. B., Chen, G., Conati, C., Tsai, Y.-S., & Gaőević, D. (2021). Explainable artificial intelligence in education. Computers and Education: Artificial Intelligence, 2 , 100074. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100074

Lei, H., & Li, X. (2022). Does the digital tools-supported teaching have an impact on students’ learning results: Meta-analysis evidence from 137 experiments and quasi-experiments. Journal of East China Normal University (Educational Sciences), 40 (11), 92–109. https://doi.org/10.16382/j.cnki.1000-5560.2022.11.008

Guo, L., et al. (2022). Using metacognitive prompts to enhance self-regulated learning and learning outcomes: A meta-analysis of experimental studies in computer-based learning environments. Journal of Computer Assisted Learning . https://doi.org/10.1111/jcal.12650

Sugiarto, T., Ambiyar, A., Wakhinuddin, W., Purwanto, W., & Saputra, H. D. (2023). Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap hasil belajar: Metaanalisis. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 21 (1). https://doi.org/10.31571/edukasi.v21i1.5419

Mansur, H., Utama, A. H., Mohd Yasin, M. H., Sari, N. P., Jamaludin, K. A., & Pinandhita, F. (2023). Development of inclusive education learning design in the era of Society 5.0. Social Sciences, 12 (1), 35. https://doi.org/10.3390/socsci12010035

MarΓ­n, V. I., Bond, M., Zawacki-Richter, O., & Gouverneur, F. (2020). Systematic review of research on artificial intelligence applications in higher education. International Journal of Educational Technology in Higher Education . https://doi.org/10.1186/s41239-019-0171-0

Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.

Seels, B. B., & Richey, R. C. (1994). Instructional technology: The definition and domains of the field. Association for Educational Communications and Technology.

Catatan akademik:

Literatur utama yang digunakan pada materi ini diprioritaskan pada artikel jurnal tahun 2020 ke atas. Literatur tersebut menempatkan Teknologi Pendidikan sebagai bidang yang berkaitan dengan desain pembelajaran, keterlibatan peserta didik, pengembangan profesional, learning analytics, lingkungan belajar, adopsi teknologi, AI, evaluasi, hasil belajar, konteks, dan dampak pendidikan. Bond et al. (2020), Martin et al. (2020), Ifenthaler dan Yau (2020), serta Liu et al. (2020) memperkuat perspektif bahwa teknologi pendidikan tidak dapat dipisahkan dari desain, pengguna, konteks, proses belajar, dan evaluasi. Zhang dan Aslan (2021) memperkuat pembahasan AI dalam pendidikan, sedangkan Lei dan Li (2022) serta Mansur et al. (2023) digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai efektivitas teknologi dan desain pembelajaran yang sesuai kebutuhan serta konteks.

AECT 1994 dan AECT 2008 tetap disebut dalam materi karena keduanya merupakan tonggak historis dan konseptual dalam perkembangan bidang Teknologi Pendidikan. Namun, untuk memperbarui landasan empiris materi, pembahasan tersebut diperkuat dengan artikel jurnal terbitan 2020 ke atas.