PERTEMUAN 1
Konsep dan Hakikat Teknologi Pendidikan
π― Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan pengertian teknologi secara konseptual.
- Menjelaskan pengertian dan hakikat Teknologi Pendidikan.
- Menganalisis definisi Teknologi Pendidikan menurut AECT.
- Menjelaskan tujuan Teknologi Pendidikan dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja.
- Membedakan teknologi sebagai alat dengan Teknologi Pendidikan sebagai bidang keilmuan, praktik, dan profesi.
- Menganalisis hubungan Teknologi Pendidikan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
- Menunjukkan sikap kritis, etis, reflektif, dan inovatif dalam memandang pemanfaatan teknologi untuk pendidikan.
π Pengertian Teknologi
Teknologi sering dipahami secara sempit sebagai perangkat, mesin, aplikasi, komputer, atau perangkat digital. Pemahaman tersebut belum menggambarkan teknologi secara utuh. Teknologi pada dasarnya berkaitan dengan penerapan pengetahuan, proses, metode, dan sumber daya secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam pendidikan, teknologi tidak semata-mata berarti menggunakan perangkat digital. Teknologi dapat berupa pendekatan, prosedur, sistem, desain, strategi, media, sumber belajar, maupun perangkat yang digunakan untuk memecahkan masalah belajar dan meningkatkan kinerja.
Jika sebuah sekolah memiliki komputer, tablet, internet, dan Artificial Intelligence, tetapi pembelajarannya tetap tidak mampu menjawab kebutuhan peserta didik, apakah sekolah tersebut sudah menerapkan Teknologi Pendidikan?
π§ Hakikat Teknologi Pendidikan
Teknologi Pendidikan merupakan bidang keilmuan dan praktik yang berorientasi pada upaya memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui pemanfaatan proses dan sumber yang tepat.
Dengan demikian, titik awal Teknologi Pendidikan bukanlah pertanyaan "teknologi apa yang tersedia?", melainkan "masalah pendidikan apa yang perlu dipecahkan?"
Orientasi tersebut menempatkan peserta didik, tujuan, karakteristik belajar, lingkungan, sumber belajar, proses, asesmen, dan hasil sebagai bagian dari sistem yang saling berhubungan. Kajian mutakhir tentang teknologi pendidikan juga menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan teknologi sangat dipengaruhi oleh teknologi itu sendiri, pengguna, konteks, strategi implementasi, serta desain pembelajaran yang menyertainya (Liu et al., 2020; Martin et al., 2020).
Teknologi bukan tujuan pendidikan. Teknologi merupakan sarana yang dipilih secara sadar berdasarkan kebutuhan, tujuan, karakteristik pengguna, konteks, bukti, efektivitas, efisiensi, aksesibilitas, dan etika.
π Definisi AECT
Dalam kajian Teknologi Pendidikan, salah satu organisasi profesional yang sangat penting adalah AECT.
AECT merupakan singkatan dari Association for Educational Communications and Technology, yaitu organisasi profesional yang berperan penting dalam perkembangan bidang Teknologi Pendidikan, komunikasi pendidikan, desain pembelajaran, media, sumber belajar, serta praktik profesional yang berkaitan dengan teknologi untuk pendidikan.
Secara konseptual, istilah tersebut dapat dipahami sebagai berikut:
- Association β organisasi atau perkumpulan profesional.
- Educational β berkaitan dengan pendidikan dan proses belajar.
- Communications β berkaitan dengan proses komunikasi, penyampaian pesan, informasi, dan interaksi dalam pendidikan.
- Technology β berkaitan dengan penerapan pengetahuan, proses, sumber, sistem, dan perangkat secara sistematis untuk mencapai tujuan.
AECT memiliki sejarah panjang dalam mendefinisikan dan mengembangkan bidang Teknologi Pendidikan. Perubahan definisi tersebut memperlihatkan bahwa Teknologi Pendidikan berkembang dari orientasi terhadap media dan alat menuju bidang yang lebih sistematis, integratif, etis, dan berorientasi pada pemecahan masalah belajar serta peningkatan kinerja.
AECT 1994
Pada periode 1994, istilah yang banyak digunakan adalah Instructional Technology. Seels dan Richey menempatkan bidang tersebut sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi proses serta sumber untuk belajar. Definisi tersebut tetap penting secara historis untuk memahami perkembangan bidang, sedangkan penelitian mutakhir menunjukkan bahwa teknologi pendidikan saat ini semakin dipahami melalui integrasi desain, konteks, pengguna, proses belajar, dan bukti dampak (Martin et al., 2020; Liu et al., 2020).
AECT 2008
Definisi yang dikembangkan melalui karya Januszewski dan Molenda menekankan bahwa Educational Technology merupakan studi dan praktik etis untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengelolaan proses serta sumber teknologi yang tepat. Orientasi tersebut tetap relevan ketika dibaca bersama penelitian mutakhir yang menekankan pentingnya desain, konteks, keterlibatan peserta didik, pengembangan profesional, dan evaluasi dampak teknologi (Bond et al., 2020; Lidolf & Pasco, 2020; Ifenthaler & Yau, 2020).
Perhatikan perubahan orientasinya. Teknologi Pendidikan tidak berhenti pada kemampuan membuat media. Seorang Teknolog Pendidikan harus mampu memahami masalah, menganalisis kebutuhan, merancang solusi, memilih teknologi yang tepat, mengimplementasikan solusi, dan mengevaluasi dampaknya. Penelitian mutakhir juga menunjukkan bahwa keberhasilan teknologi pendidikan tidak cukup diukur dari kehadiran atau penggunaan teknologi, tetapi perlu dilihat melalui proses belajar, keterlibatan, konteks, dan hasil yang dicapai (Bond et al., 2020; Ifenthaler & Yau, 2020).
π― Tujuan Teknologi Pendidikan
- Meningkatkan akses terhadap sumber belajar.
- Meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan waktu, biaya, dan sumber daya.
- Memfasilitasi pembelajaran individual dan kolaboratif.
- Mendukung pembelajaran sepanjang hayat.
- Meningkatkan kinerja individu maupun organisasi.
- Menyediakan solusi pendidikan yang lebih adaptif, aksesibel, inklusif, dan berbasis kebutuhan.
Bukti penelitian mutakhir menunjukkan bahwa teknologi digital dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran, tetapi dampaknya bergantung pada bagaimana teknologi tersebut dirancang dan digunakan. Meta-analisis Lei dan Li (2022), misalnya, menemukan bahwa pembelajaran yang didukung perangkat digital memberikan peningkatan pada motivasi dan hasil belajar dibandingkan pembelajaran tradisional dalam kumpulan studi yang mereka analisis.
π Teknologi Pendidikan dan Outcome-Based Education
Mahasiswa pascasarjana perlu memahami bahwa Teknologi Pendidikan dapat ditempatkan dalam paradigma pendidikan yang berorientasi pada hasil atau Outcome-Based Education (OBE).
OBE menempatkan capaian atau outcome sebagai titik penting dalam perencanaan pendidikan. Karena itu, penggunaan teknologi seharusnya tidak dimulai dari teknologi yang sedang populer, tetapi dari capaian yang hendak diwujudkan.
Dalam pengembangan teknologi pembelajaran, prinsip tersebut sejalan dengan temuan penelitian bahwa teknologi perlu diposisikan sebagai bagian dari desain pembelajaran dan bukan sebagai tujuan yang berdiri sendiri. Martin et al. (2020) menunjukkan pentingnya melihat teknologi pembelajaran melalui lingkungan belajar, desain, karakteristik pengguna, dan tujuan pembelajaran.
Dalam perspektif ini, teknologi dipandang berhasil bukan karena teknologi tersebut canggih, tetapi karena mampu memberikan kontribusi terhadap tercapainya outcome yang telah ditetapkan.
Jika outcome pembelajaran adalah kemampuan mahasiswa menganalisis masalah pendidikan secara kritis, penggunaan AI tidak otomatis tepat hanya karena AI merupakan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut harus dirancang agar mahasiswa tetap melakukan analisis, verifikasi, argumentasi, dan refleksi secara mandiri. Kajian Zhang dan Aslan (2021) menunjukkan bahwa pengembangan AI dalam pendidikan perlu memperhatikan manfaat pendidikan sekaligus isu etika, privasi, dan hubungan antara inovasi teknologi dengan kebutuhan pendidikan.
π¬ Teknologi Pendidikan sebagai Bidang Keilmuan, Praktik, dan Profesi
Teknologi Pendidikan dapat dipahami melalui beberapa perspektif yang saling berkaitan.
| Perspektif | Penjelasan |
|---|---|
| Bidang Keilmuan | Mengembangkan teori, konsep, model, prinsip, dan bukti ilmiah untuk memahami serta memecahkan masalah pendidikan. |
| Praktik | Menerapkan teori dan prinsip untuk merancang, mengembangkan, menggunakan, mengelola, dan mengevaluasi solusi pendidikan. |
| Profesi | Melibatkan kompetensi profesional, tanggung jawab, standar etika, kolaborasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. |
Karena itu, lulusan Teknologi Pendidikan tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis. Mereka perlu memiliki kemampuan berpikir sistemik, analitis, kreatif, kritis, etis, dan reflektif. Penelitian tentang pengembangan profesional teknologi pendidikan di perguruan tinggi juga menunjukkan pentingnya peran pendidik sebagai pembelajar, perancang, dan peneliti dalam pemanfaatan teknologi (Lidolf & Pasco, 2020).
π₯ Video Eksplorasi
Silakan simak video berikut sebagai pengantar untuk memperluas pemahaman tentang Teknologi Pendidikan.
π₯ Sumber Video:
Ulfia Rahmi β Teknologi Pendidikan: Kawasan Teknologi Pendidikan (AECT 1994)
Tonton video di YouTube
π‘ Eksplorasi
Amati lingkungan pendidikan di sekitar Anda. Identifikasi teknologi yang digunakan dalam pembelajaran, kemudian jangan berhenti pada nama perangkat atau aplikasinya.
Analisis masalah pendidikan yang ingin diselesaikan, pengguna yang terlibat, tujuan penggunaannya, proses yang dilakukan, serta perubahan yang diharapkan.
Fokus eksplorasi: masalah β kebutuhan β tujuan β solusi β teknologi β dampak.
π― Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 β Identifikasi Teknologi
Identifikasi lima teknologi yang digunakan dalam kegiatan pendidikan di sekolah, perguruan tinggi, pelatihan, atau organisasi.
Aktivitas 2 β Analisis Fungsi
Untuk setiap teknologi, jelaskan masalah yang ingin diselesaikan, siapa penggunanya, tujuan penggunaannya, serta apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan nilai tambah.
Aktivitas 3 β Perspektif OBE
Pilih satu teknologi dan tentukan outcome apa yang hendak dicapai. Kemudian jelaskan apakah teknologi tersebut benar-benar mendukung pencapaian outcome tersebut.
π§© Studi Kasus Analitis
Sebuah sekolah mulai menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu guru membuat bahan ajar, soal, rangkuman materi, dan umpan balik kepada peserta didik. Pimpinan sekolah menyatakan bahwa sekolah tersebut telah melakukan transformasi Teknologi Pendidikan karena telah menggunakan AI.
Namun, setelah enam bulan, guru memang menjadi lebih cepat menghasilkan materi, tetapi peserta didik tidak menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan. Sebagian guru juga mulai menerima keluaran AI tanpa melakukan verifikasi. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran mengenai privasi data peserta didik dan ketergantungan terhadap AI. Kekhawatiran tersebut sejalan dengan kajian Zhang dan Aslan (2021) yang menekankan perlunya perhatian terhadap manfaat pendidikan, etika, privasi, dan arah pengembangan AI dalam pendidikan.
Sebagai mahasiswa S2 Teknologi Pendidikan, Anda diminta menganalisis kasus tersebut bukan hanya dari sisi penggunaan teknologi, tetapi dari perspektif masalah, kebutuhan, outcome, desain, etika, dan evaluasi.
π Tes HOTS
Tes berikut dirancang untuk mahasiswa jenjang S2. Pilih satu jawaban yang paling tepat. Pertanyaan menekankan analisis, evaluasi, sintesis, pengambilan keputusan, dan argumentasi konseptual.
Jumlah soal: 10 soal
Skor maksimal: 100
Hasil Tes HOTS
Nama: -
NIM: -
dari 100
π Refleksi
Pertanyaan reflektif:
Setelah memahami konsep dan hakikat Teknologi Pendidikan, apakah pandangan Anda terhadap teknologi dalam pendidikan mengalami perubahan?
Jika sebelumnya teknologi mungkin dipahami sebagai alat, bagaimana Anda sekarang memandang hubungan antara masalah pendidikan, kebutuhan, outcome, desain, teknologi, dan dampak?
π Daftar Pustaka
Bond, M., Buntins, K., Bedenlier, S., Zawacki-Richter, O., & Kerres, M. (2020). Mapping research in student engagement and educational technology in higher education: A systematic evidence map. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17 , 2. https://doi.org/10.1186/s41239-019-0176-8
Bedenlier, S., Bond, M., Buntins, K., Zawacki-Richter, O., & Kerres, M. (2020). Facilitating student engagement through educational technology in higher education: A systematic review in the field of arts and humanities. Australasian Journal of Educational Technology, 36 (4), 126β150. https://doi.org/10.14742/ajet.5477
Ifenthaler, D., & Yau, J. Y.-K. (2020). Utilising learning analytics to support study success in higher education: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 68 , 1961β1990. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09788-z
Lidolf, S., & Pasco, D. (2020). Educational technology professional development in higher education: A systematic literature review of empirical research. Frontiers in Education, 5 , 35. https://doi.org/10.3389/feduc.2020.00035
Liu, Q., Geertshuis, S., & Grainger, R. (2020). Understanding academics' adoption of learning technologies: A systematic review. Computers & Education, 151 , 103857. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103857
Martin, F., Dennen, V. P., & Bonk, C. J. (2020). A synthesis of systematic review research on emerging learning environments and technologies. Educational Technology Research and Development, 68 , 1613β1633. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09812-2
MΓΌller, F. A., & Wulf, T. (2020). Technology-supported management education: A systematic review of antecedents of learning effectiveness. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 17 , 47. https://doi.org/10.1186/s41239-020-00226-x
Zhang, K., & Aslan, A. B. (2021). AI technologies for education: Recent research & future directions. Computers and Education: Artificial Intelligence, 2 , 100025. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100025
Khosravi, H., Shum, S. B., Chen, G., Conati, C., Tsai, Y.-S., & GaΕ‘eviΔ, D. (2021). Explainable artificial intelligence in education. Computers and Education: Artificial Intelligence, 2 , 100074. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2021.100074
Lei, H., & Li, X. (2022). Does the digital tools-supported teaching have an impact on studentsβ learning results: Meta-analysis evidence from 137 experiments and quasi-experiments. Journal of East China Normal University (Educational Sciences), 40 (11), 92β109. https://doi.org/10.16382/j.cnki.1000-5560.2022.11.008
Guo, L., et al. (2022). Using metacognitive prompts to enhance self-regulated learning and learning outcomes: A meta-analysis of experimental studies in computer-based learning environments. Journal of Computer Assisted Learning . https://doi.org/10.1111/jcal.12650
Sugiarto, T., Ambiyar, A., Wakhinuddin, W., Purwanto, W., & Saputra, H. D. (2023). Efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap hasil belajar: Metaanalisis. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 21 (1). https://doi.org/10.31571/edukasi.v21i1.5419
Mansur, H., Utama, A. H., Mohd Yasin, M. H., Sari, N. P., Jamaludin, K. A., & Pinandhita, F. (2023). Development of inclusive education learning design in the era of Society 5.0. Social Sciences, 12 (1), 35. https://doi.org/10.3390/socsci12010035
MarΓn, V. I., Bond, M., Zawacki-Richter, O., & Gouverneur, F. (2020). Systematic review of research on artificial intelligence applications in higher education. International Journal of Educational Technology in Higher Education . https://doi.org/10.1186/s41239-019-0171-0
Januszewski, A., & Molenda, M. (Eds.). (2008). Educational technology: A definition with commentary. Lawrence Erlbaum Associates.
Seels, B. B., & Richey, R. C. (1994). Instructional technology: The definition and domains of the field. Association for Educational Communications and Technology.
Literatur utama yang digunakan pada materi ini diprioritaskan pada artikel jurnal tahun 2020 ke atas. Literatur tersebut menempatkan Teknologi Pendidikan sebagai bidang yang berkaitan dengan desain pembelajaran, keterlibatan peserta didik, pengembangan profesional, learning analytics, lingkungan belajar, adopsi teknologi, AI, evaluasi, hasil belajar, konteks, dan dampak pendidikan. Bond et al. (2020), Martin et al. (2020), Ifenthaler dan Yau (2020), serta Liu et al. (2020) memperkuat perspektif bahwa teknologi pendidikan tidak dapat dipisahkan dari desain, pengguna, konteks, proses belajar, dan evaluasi. Zhang dan Aslan (2021) memperkuat pembahasan AI dalam pendidikan, sedangkan Lei dan Li (2022) serta Mansur et al. (2023) digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai efektivitas teknologi dan desain pembelajaran yang sesuai kebutuhan serta konteks.
AECT 1994 dan AECT 2008 tetap disebut dalam materi karena keduanya merupakan tonggak historis dan konseptual dalam perkembangan bidang Teknologi Pendidikan. Namun, untuk memperbarui landasan empiris materi, pembahasan tersebut diperkuat dengan artikel jurnal terbitan 2020 ke atas.