Logo Universitas Lambung Mangkurat
ULM

DASAR-DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan β€’ Matrikulasi 2026

🧭

PERTEMUAN 2

Landasan, Perkembangan, dan Paradigma Teknologi Pendidikan

1

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

2

🧠 A.1 Landasan Filosofis

Landasan filosofis menjawab pertanyaan mendasar tentang untuk apa pendidikan dilakukan, manusia seperti apa yang ingin dikembangkan, apa yang dianggap sebagai pengetahuan, serta nilai apa yang harus menjadi dasar pengambilan keputusan pendidikan.

Dalam Teknologi Pendidikan, teknologi tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan. Teknologi harus ditempatkan sebagai bagian dari rancangan pendidikan yang memiliki tujuan, nilai, konteks, dan konsekuensi terhadap peserta didik. Martin, Dennen, dan Bonk (2020) menunjukkan bahwa kajian teknologi pembelajaran berkembang dalam berbagai lingkungan dan pendekatan, sehingga pemilihan teknologi perlu dilihat sebagai bagian dari desain pembelajaran, bukan sekadar pemilihan perangkat.

Pertanyaan filosofis:

Jika teknologi mampu membuat pembelajaran lebih cepat, apakah pembelajaran yang lebih cepat selalu berarti pendidikan yang lebih baik?

Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas teknologi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknisnya. Teknologi perlu dinilai berdasarkan tujuan pendidikan, kualitas pengalaman belajar, nilai kemanusiaan, serta dampaknya terhadap peserta didik.

Kutipan APA 7: Martin et al. (2020).

3

🧠 A.2 Landasan Psikologis

Landasan psikologis berkaitan dengan bagaimana manusia belajar, bagaimana informasi diproses, bagaimana motivasi terbentuk, bagaimana peserta didik berinteraksi dengan lingkungan belajar, dan bagaimana perbedaan individual mempengaruhi proses pembelajaran.

Teknologi Pendidikan perlu mempertimbangkan karakteristik kognitif, afektif, sosial, motivasional, dan perkembangan peserta didik. Penggunaan teknologi yang sama belum tentu memberikan pengalaman belajar yang sama bagi semua peserta didik.

Kajian tentang personalized learning menunjukkan bahwa pembelajaran personal dan digital memiliki beragam definisi dan pendekatan. Karena itu, personalisasi tidak cukup dipahami sebagai pemberian teknologi kepada peserta didik, tetapi harus mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, tujuan, serta mekanisme adaptasi pembelajaran (Shemshack & Spector, 2020).

Implikasi Psikologis
Perbedaan Individual Motivasi Kognisi Interaksi Umpan Balik Adaptasi

Kutipan APA 7: Shemshack dan Spector (2020).

4

🌏 A.3 Landasan Sosiologis

Teknologi Pendidikan berlangsung di tengah masyarakat. Karena itu, teknologi tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga hubungan sosial, budaya sekolah, komunikasi, akses pendidikan, pola kerja guru, dan hubungan antara peserta didik dengan sumber belajar.

Perkembangan teknologi dapat membuka akses terhadap informasi dan sumber belajar, tetapi juga dapat menghasilkan kesenjangan baru ketika akses terhadap perangkat, internet, kompetensi digital, dan dukungan sosial tidak merata. Martin et al. (2020) memperlihatkan bahwa teknologi pembelajaran mencakup beragam lingkungan, termasuk mobile learning, adaptive learning, learning analytics, dan special education technology.

Dengan demikian, seorang Teknolog Pendidikan harus mampu bertanya: siapa yang memperoleh manfaat dari teknologi, siapa yang mungkin tertinggal, dan kondisi sosial apa yang mempengaruhi keberhasilan implementasinya?

Prinsip sosiologis:

Teknologi pendidikan harus memperluas kesempatan belajar, bukan memperlebar kesenjangan pendidikan.

Kutipan APA 7: Martin et al. (2020).

5

πŸ•°οΈ A.4 Landasan Historis

Teknologi Pendidikan berkembang melalui perjalanan sejarah yang panjang. Perubahan tersebut tidak berlangsung secara tiba-tiba, tetapi melalui perkembangan media, komunikasi, teori pembelajaran, desain pembelajaran, komputer, internet, teknologi digital, hingga Artificial Intelligence.

Pemahaman sejarah penting karena membantu mahasiswa menyadari bahwa setiap teknologi baru muncul dalam konteks masalah, kebutuhan, dan perkembangan pengetahuan tertentu. Martin et al. (2020) menunjukkan bahwa bidang teknologi pembelajaran telah berkembang melalui berbagai bentuk lingkungan dan teknologi pembelajaran yang terus mengalami perubahan.

Garis besar perkembangan:
Visual
β†’
Audiovisual
β†’
Instruksional
β†’
Komputer
β†’
Internet
β†’
Digital
β†’
AI

Kutipan APA 7: Martin et al. (2020).

6

πŸ”¬ A.5 Landasan Ilmiah

Teknologi Pendidikan merupakan bidang yang membutuhkan landasan ilmiah. Keputusan mengenai penggunaan teknologi seharusnya tidak hanya didasarkan pada tren, intuisi, popularitas aplikasi, atau klaim vendor, tetapi juga pada bukti penelitian dan evaluasi yang sistematis.

Kajian sistematis tentang learning analytics menunjukkan bahwa teknologi berbasis data memiliki potensi untuk mendukung keberhasilan belajar melalui pengumpulan dan analisis data peserta didik, proses belajar, serta lingkungan belajar. Namun, Ifenthaler dan Yau (2020) juga menunjukkan bahwa bukti efektivitas berskala besar masih perlu diperkuat.

Prinsip evidence-based:

Pertanyaan β†’ teori β†’ data β†’ analisis β†’ bukti β†’ keputusan β†’ evaluasi.

Dengan demikian, Teknolog Pendidikan perlu memiliki kemampuan membaca penelitian, menilai kualitas bukti, melakukan evaluasi, dan menggunakan data untuk memperbaiki keputusan desain.

Kutipan APA 7: Ifenthaler dan Yau (2020).

7

βš–οΈ A.6 Landasan Etis

Perkembangan teknologi pendidikan menghasilkan peluang, tetapi juga menghadirkan persoalan etis. Persoalan tersebut antara lain privasi data, keamanan informasi, transparansi, keadilan, bias algoritmik, pengawasan peserta didik, ketergantungan teknologi, dan tanggung jawab manusia dalam pengambilan keputusan.

Cerratto Pargman dan McGrath (2021) menunjukkan bahwa persoalan etika dalam learning analytics berkaitan dengan cara data peserta didik dikumpulkan, dianalisis, digunakan, dan ditafsirkan. Karena itu, penggunaan teknologi berbasis data membutuhkan pertimbangan etis sejak tahap desain.

Dalam perkembangan Artificial Intelligence, persoalan etika menjadi semakin penting. Meta-review tentang AI di pendidikan tinggi menekankan perlunya perhatian terhadap etika, kolaborasi, dan rigor penelitian dalam perkembangan bidang Artificial Intelligence in Education (Crompton & Burke, 2023).

Prinsip etis:

Teknologi boleh semakin canggih, tetapi keputusan pendidikan tetap harus mempertahankan tanggung jawab, transparansi, keamanan, keadilan, privasi, dan kepentingan peserta didik.

Kutipan APA 7: Cerratto Pargman dan McGrath (2021); Crompton dan Burke (2023).

8

πŸš€ B. Perkembangan Teknologi Pendidikan

Perkembangan Teknologi Pendidikan dapat dilihat sebagai pergeseran dari penggunaan media sederhana menuju ekosistem pembelajaran yang semakin terhubung, berbasis data, adaptif, dan cerdas. Perubahan tersebut tidak hanya mengubah perangkat, tetapi juga mengubah cara guru merancang pembelajaran dan cara peserta didik berinteraksi dengan sumber belajar (Martin et al., 2020).

Era Karakteristik Perubahan Pembelajaran
1. Era Komunikasi Visual Pemanfaatan gambar, grafik, papan visual, poster, dan representasi visual untuk menyampaikan informasi. Informasi menjadi lebih konkret dan mudah divisualisasikan.
2. Era Audiovisual Integrasi suara, gambar bergerak, film, radio, televisi, dan berbagai media audiovisual. Pengalaman belajar menjadi lebih kaya melalui kombinasi visual dan auditori.
3. Era Instruksional Perhatian bergeser pada desain sistem pembelajaran, tujuan, strategi, materi, media, dan evaluasi. Teknologi mulai dipahami sebagai bagian dari sistem pembelajaran.
4. Era Komputer Muncul computer-assisted instruction, multimedia, simulasi, perangkat lunak pendidikan, dan pembelajaran berbasis komputer. Peserta didik mulai berinteraksi langsung dengan sistem komputer.
5. Era Internet Pembelajaran online, LMS, web, email, forum, video online, dan sumber belajar terbuka berkembang. Pembelajaran tidak lagi terbatas ruang dan waktu.
6. Era Digital Mobile learning, cloud computing, multimedia interaktif, learning analytics, media sosial, dan ekosistem digital. Pembelajaran menjadi lebih fleksibel, terhubung, kolaboratif, dan berbasis data.
7. Era Artificial Intelligence Generative AI, intelligent tutoring, chatbot, rekomendasi, otomatisasi, analisis data, dan sistem adaptif. Pembelajaran dapat menjadi lebih personal, adaptif, responsif, tetapi membutuhkan kontrol manusia dan pertimbangan etis.

Kajian tentang teknologi pembelajaran menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Efektivitas tetap bergantung pada bagaimana teknologi diintegrasikan dengan desain pembelajaran, tujuan, karakteristik peserta didik, dan konteks pendidikan (Martin et al., 2020).

9

πŸ’» Era Digital dan Pembelajaran Personal

Era digital membawa perubahan besar karena peserta didik dapat mengakses sumber belajar melalui berbagai perangkat dan lingkungan. Pembelajaran dapat berlangsung secara sinkron maupun asinkron, individual maupun kolaboratif, serta formal maupun informal.

Perkembangan ini mendorong munculnya konsep digital personalised learning. Van Schoors et al. (2021) menunjukkan bahwa penelitian tentang personalized learning digital mencakup berbagai konsep, alat adaptif, pendekatan pembelajaran, dan cara implementasi.

Karena itu, pembelajaran personal tidak berarti setiap peserta didik harus memiliki aplikasi yang berbeda. Personalisasi dapat terjadi melalui pilihan aktivitas, tingkat kesulitan, kecepatan belajar, umpan balik, sumber belajar, maupun dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Perubahan Paradigma
One Size Fits All Personalized Adaptive Data-Informed Learner-Centered

Kutipan APA 7: Van Schoors et al. (2021).

10

πŸ€– Era Artificial Intelligence

Artificial Intelligence menjadi salah satu perkembangan terpenting dalam Teknologi Pendidikan kontemporer. AI dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran, pengajaran, asesmen, administrasi, rekomendasi sumber belajar, pemberian umpan balik, dan berbagai bentuk personalisasi.

Crompton dan Burke (2023) melalui systematic review mengenai AI dalam pendidikan tinggi menunjukkan perkembangan pesat penelitian AI pada berbagai fungsi pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi hanya menjadi teknologi eksperimental, tetapi telah menjadi bagian penting dalam diskusi transformasi pendidikan.

Namun, systematic literature review tentang AI dalam pendidikan juga menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan. AI dapat memainkan berbagai peran dalam pembelajaran, pengajaran, asesmen, dan administrasi, tetapi persoalan kualitas, privasi, bias, kompetensi pengguna, dan evaluasi dampak tetap harus diperhatikan (Crompton & Burke, 2023; Labadze et al., 2023).

Prinsip penting:

AI bukan pengganti proses berpikir peserta didik. AI harus dirancang sebagai alat yang membantu peserta didik belajar, mempertanyakan, menganalisis, memverifikasi, menciptakan, dan merefleksikan.

Kutipan APA 7: Crompton dan Burke (2023); Labadze et al. (2023).

11

πŸ”„ C. Paradigma Teknologi Pendidikan

Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan cara pandang terhadap pembelajaran. Teknologi Pendidikan tidak lagi dipahami sekadar sebagai penggunaan alat bantu, tetapi sebagai pendekatan sistematis untuk merancang lingkungan, pengalaman, sumber, proses, data, dan evaluasi pembelajaran.

Paradigma Lama Paradigma Berkembang Makna
Alat bantu mengajar Sistem pembelajaran Teknologi dilihat sebagai bagian dari keseluruhan sistem yang melibatkan tujuan, peserta didik, guru, sumber, proses, dan evaluasi.
Berpusat pada guru Berpusat pada peserta didik Peserta didik menjadi aktor aktif dalam membangun pengetahuan dan pengalaman belajar.
Sumber belajar tunggal Ekosistem sumber belajar Peserta didik dapat menggunakan buku, video, LMS, simulasi, internet, komunitas, data, dan AI secara terintegrasi.
Pembelajaran seragam Pembelajaran personal dan adaptif Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, minat, dan perkembangan peserta didik.
Evaluasi hasil Evaluasi proses, data, dan kinerja Evaluasi tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga proses belajar, aktivitas, perkembangan, dan kinerja.

Perubahan tersebut sejalan dengan perkembangan learning analytics dan personalized learning. Data dapat digunakan untuk memahami proses belajar dan memberikan dukungan yang lebih tepat, tetapi penggunaan data harus tetap disertai interpretasi pedagogis dan pertimbangan etis (Ifenthaler & Yau, 2020; Cerratto Pargman & McGrath, 2021).

12

πŸŽ₯ Video Eksplorasi

Silakan simak video berikut sebagai pengantar untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan teknologi pendidikan dan transformasi pembelajaran.

πŸŽ₯ Sumber Video:
Ulfia Rahmi β€” Teknologi Pendidikan | Falsafah Teknologi Pendidikan
Link YouTube: Tonton Video di YouTube

13

πŸ’‘ Eksplorasi

"Apakah perkembangan teknologi selalu berarti perkembangan pembelajaran?"

Pilih satu teknologi pendidikan yang digunakan di sekolah atau perguruan tinggi, misalnya LMS, video pembelajaran, learning analytics, aplikasi adaptif, atau Artificial Intelligence.

Analisis perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah teknologi tersebut digunakan. Jangan hanya melihat perubahan perangkat, tetapi juga perubahan pada peran guru, peserta didik, sumber belajar, aktivitas belajar, asesmen, dan hasil belajar.

Fokus eksplorasi: landasan β†’ perkembangan teknologi β†’ perubahan paradigma β†’ perubahan pembelajaran β†’ dampak.

14

🎯 Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 β€” Pemetaan Landasan

Pilih satu teknologi pendidikan yang Anda kenal. Analisis teknologi tersebut berdasarkan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, historis, ilmiah, dan etis.

Aktivitas 2 β€” Analisis Perkembangan

Pilih satu teknologi pendidikan kemudian tentukan pada era perkembangan mana teknologi tersebut berada. Jelaskan mengapa teknologi tersebut menunjukkan karakteristik era tersebut.

Aktivitas 3 β€” Analisis Paradigma

Bandingkan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan teknologi. Identifikasi perubahan dari guru-centered menuju learner-centered, dari sumber tunggal menuju ekosistem sumber belajar, serta dari evaluasi hasil menuju evaluasi proses dan data.

15

🧩 Studi Kasus Analitis

Kasus: Transformasi Pembelajaran Berbasis AI

Sebuah universitas mulai menggunakan Artificial Intelligence untuk membantu mahasiswa mencari sumber, membuat rangkuman, menghasilkan ide, mendapatkan umpan balik, dan menyusun draf tugas.

Pimpinan universitas menganggap penggunaan AI tersebut sebagai bukti bahwa universitas telah memasuki era pembelajaran digital dan personal. Namun, hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa menggunakan AI hanya untuk menghasilkan jawaban tanpa membaca sumber, melakukan verifikasi, atau memahami proses berpikir di balik jawaban tersebut.

Dosen juga mulai bergantung pada sistem otomatis untuk memberikan umpan balik. Pada saat yang sama, muncul pertanyaan mengenai privasi data mahasiswa, keakuratan keluaran AI, kesenjangan kompetensi digital, dan kemungkinan bias algoritmik.

Fokus analisis: Landasan filosofis β†’ psikologis β†’ sosiologis β†’ ilmiah β†’ etis β†’ perkembangan teknologi β†’ perubahan paradigma β†’ evaluasi dampak.
1. Apakah penggunaan AI tersebut dapat langsung disebut sebagai transformasi Teknologi Pendidikan? Analisis dengan menggunakan minimal tiga landasan Teknologi Pendidikan.
2. Jika Anda menjadi Teknolog Pendidikan di universitas tersebut, bagaimana Anda mendesain ulang penggunaan AI agar tetap berpusat pada peserta didik?
3. Bukti apa yang harus dikumpulkan untuk menentukan bahwa implementasi AI benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran dan bukan sekadar meningkatkan kecepatan penyelesaian tugas?

βœ“ Analisis kasus berhasil disimpan pada perangkat ini.

16

πŸ“ Tes HOTS

Petunjuk:

Tes berikut dirancang untuk mahasiswa jenjang S2. Pilih satu jawaban yang paling tepat. Pertanyaan menekankan analisis, evaluasi, sintesis, pengambilan keputusan, dan argumentasi konseptual.

Jumlah soal: 10 soal

Skor maksimal: 100

Soal 1

Sebuah universitas membeli teknologi AI yang sangat canggih, tetapi mahasiswa menjadi semakin pasif. Berdasarkan landasan filosofis Teknologi Pendidikan, keputusan paling tepat adalah...

Soal 2

Sebuah aplikasi memberikan materi yang sama kepada semua mahasiswa meskipun kemampuan awal mereka sangat berbeda. Landasan yang paling perlu diperhatikan untuk memperbaiki desain tersebut adalah...

Soal 3

Sekolah memiliki akses internet sangat baik, tetapi sebagian peserta didik tidak memiliki perangkat yang memadai di rumah. Masalah tersebut paling tepat dianalisis melalui landasan...

Soal 4

Seorang pimpinan memilih aplikasi pembelajaran karena sedang viral, tanpa melakukan analisis kebutuhan. Dari perspektif landasan ilmiah, tindakan profesional yang paling tepat adalah...

Soal 5

Sebuah sistem learning analytics mengumpulkan data aktivitas mahasiswa tanpa penjelasan yang memadai kepada mahasiswa. Persoalan utama yang perlu dianalisis adalah...

Soal 6

Perubahan dari "alat bantu mengajar" menuju "sistem pembelajaran" menunjukkan bahwa Teknologi Pendidikan...

Soal 7

Pembelajaran menggunakan AI memberikan rekomendasi materi berbeda berdasarkan perkembangan setiap mahasiswa. Paradigma yang paling sesuai adalah...

Soal 8

Sebuah universitas menilai keberhasilan learning analytics hanya berdasarkan jumlah data yang berhasil dikumpulkan. Keputusan tersebut bermasalah karena...

Soal 9

Jika perkembangan teknologi menyebabkan peserta didik memiliki akses terhadap ribuan sumber belajar, perubahan paradigma yang paling tepat adalah...

Soal 10

Pernyataan yang paling mencerminkan paradigma Teknologi Pendidikan kontemporer adalah...

Hasil Tes HOTS

Nama: -

NIM: -

0

dari 100

-
17

πŸ’­ Refleksi HOTS

Petunjuk:

Jawablah ketiga pertanyaan berikut secara argumentatif. Gunakan konsep landasan, perkembangan, dan paradigma Teknologi Pendidikan. Jawaban tidak cukup berupa definisi; tunjukkan analisis, alasan, bukti konseptual, dan posisi akademik Anda.

1. Analisis Kritis β€” Landasan

Sebuah universitas memilih teknologi Artificial Intelligence karena dianggap paling sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, teknologi tersebut justru meningkatkan ketergantungan mahasiswa dan mengurangi aktivitas berpikir mandiri. Jika Anda menjadi Teknolog Pendidikan, landasan apa saja yang harus Anda gunakan untuk menilai kembali keputusan tersebut? Jelaskan hubungan antara landasan filosofis, psikologis, ilmiah, dan etis.

2. Evaluasi β€” Perubahan Paradigma

Sebuah sekolah telah menggunakan LMS, video pembelajaran, learning analytics, dan AI. Namun, pembelajaran masih sepenuhnya dikendalikan guru dan semua peserta didik mengerjakan aktivitas yang sama. Apakah sekolah tersebut benar-benar telah mengalami perubahan paradigma Teknologi Pendidikan? Evaluasi kondisi tersebut dan jelaskan perubahan apa yang seharusnya terjadi agar teknologi benar-benar mengubah pembelajaran.

3. Sintesis dan Prediksi β€” Masa Depan Teknologi Pendidikan

Bayangkan lima tahun mendatang Artificial Intelligence menjadi bagian normal dari hampir seluruh aktivitas pembelajaran. Menurut Anda, paradigma apa yang harus dikembangkan oleh Teknolog Pendidikan agar AI tidak sekadar menggantikan pekerjaan manusia, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan? Bangun argumentasi dengan menggabungkan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, ilmiah, dan etis.

βœ“ Tiga jawaban refleksi HOTS berhasil disimpan.

18

πŸ“š Daftar Pustaka

Cerratto Pargman, T., & McGrath, C. (2021). Mapping the ethics of learning analytics in higher education: A systematic literature review of empirical research. Journal of Learning Analytics, 8 (2), 123–139. https://doi.org/10.18608/jla.2021.1

Crompton, H., & Burke, D. (2023). Artificial intelligence in higher education: The state of the field. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20 , 22. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00392-8

Ifenthaler, D., & Yau, J. Y.-K. (2020). Utilising learning analytics to support study success in higher education: A systematic review. Educational Technology Research and Development, 68 , 1961–1990. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09788-z

Labadze, L., Grigolia, M., & Machaidze, L. (2023). Role of AI chatbots in education: Systematic literature review. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20 , 56. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00426-1

Martin, F., Dennen, V. P., & Bonk, C. J. (2020). A synthesis of systematic review research on emerging learning environments and technologies. Educational Technology Research and Development, 68 , 1613–1633. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09812-2

Raj, N. S., & Renumol, V. G. (2021). A systematic literature review on adaptive content recommenders in personalized learning environments from 2015 to 2020. Journal of Computers in Education, 9 , 113–148. https://doi.org/10.1007/s40692-021-00199-4

Shemshack, A., & Spector, J. M. (2020). A systematic literature review of personalized learning terms. Smart Learning Environments, 7 , 33. https://doi.org/10.1186/s40561-020-00140-9

Sousa, E. B. G. de, Alexandre, B., Mello, R. F., Falcão, T. P., Vesin, B., & Gaőević, D. (2021). Applications of learning analytics in high schools: A systematic literature review. Frontiers in Artificial Intelligence, 4 , 737891. https://doi.org/10.3389/frai.2021.737891

Valle, N., Antonenko, P., Dawson, K., & Huggins-Manley, A. C. (2021). Staying on target: A systematic literature review on learner-facing learning analytics dashboards. British Journal of Educational Technology, 52 , 1724–1748. https://doi.org/10.1111/bjet.13089

Van Schoors, R., Elen, J., Raes, A., & Depaepe, F. (2021). An overview of 25 years of research on digital personalised learning in primary and secondary education: A systematic review of conceptual and methodological trends. British Journal of Educational Technology, 52 , 1798–1822. https://doi.org/10.1111/bjet.13148

Catatan akademik:

Materi Pertemuan 2 menggunakan literatur artikel jurnal terbitan 2020–2023 yang memiliki DOI. Literatur tersebut digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai perkembangan lingkungan belajar dan teknologi, learning analytics, personalized learning, adaptive learning, etika data, serta Artificial Intelligence dalam pendidikan.

Mahasiswa perlu memahami bahwa perkembangan teknologi tidak secara otomatis menghasilkan perubahan kualitas pendidikan. Perubahan yang bermakna terjadi ketika teknologi dihubungkan dengan landasan filosofis, psikologis, sosiologis, historis, ilmiah, dan etis serta digunakan untuk memperbaiki desain, proses, pengalaman, dan hasil belajar.