PERTEMUAN 3
Domain dan Sistem Teknologi Pendidikan
🎯 Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan domain Teknologi Pendidikan.
- Menjelaskan desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.
- Membedakan Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran.
- Menjelaskan sistem pembelajaran.
- Menganalisis hubungan komponen dalam sistem pembelajaran.
Mahasiswa tidak hanya menghafal lima domain Teknologi Pendidikan, tetapi mampu menggunakan domain tersebut untuk menganalisis masalah nyata di sekolah dan menentukan solusi pendidikan berbasis teknologi secara sistematis.
📖 A. Domain Teknologi Pendidikan
Teknologi Pendidikan dapat dipahami sebagai bidang yang melibatkan proses sistematis untuk merancang, mengembangkan, menggunakan, mengelola, dan mengevaluasi solusi pembelajaran. Dalam perkembangan teknologi pendidikan kontemporer, domain tersebut semakin berhubungan dengan desain pembelajaran, integrasi teknologi, sumber belajar, data, dan evaluasi dampak pembelajaran (Martin et al., 2020; Sosa-Díaz et al., 2022).
Lima domain yang digunakan dalam materi ini adalah desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi. Kelima domain tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dalam sebuah sistem.
Desain merupakan proses merancang kondisi pembelajaran sebelum solusi diterapkan. Desain berfungsi memastikan bahwa tujuan, karakteristik peserta didik, materi, strategi, media, aktivitas, dan asesmen memiliki hubungan yang logis.
- Desain sistem pembelajaran
- Desain pesan
- Strategi pembelajaran
- Analisis karakteristik peserta didik
Guru ingin menggunakan video untuk mengajarkan konsep perubahan wujud benda. Sebelum memilih video, guru perlu menentukan tujuan belajar, karakteristik siswa, materi, aktivitas setelah menonton video, serta bagaimana pemahaman siswa akan dinilai.
Penelitian tentang learning design menunjukkan bahwa perancangan aktivitas pembelajaran perlu mempertimbangkan hubungan antara desain, aktivitas peserta didik, data pembelajaran, dan hasil belajar (Pishtari et al., 2020).
Pengembangan merupakan proses menghasilkan atau memperbaiki produk, media, bahan ajar, sistem, atau sumber belajar berdasarkan hasil analisis dan desain yang telah ditetapkan.
- Pengembangan media
- Pengembangan bahan ajar
- Pengembangan teknologi
- Pengembangan sumber belajar
Pengembangan tidak sekadar menghasilkan produk yang menarik. Produk harus memiliki kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, karakteristik pengguna, konteks sekolah, dan aktivitas belajar. Kualitas integrasi teknologi juga perlu dilihat dari bagaimana teknologi mendukung proses pedagogis, bukan sekadar dari keberadaan perangkat (Consoli et al., 2023).
Sekolah mengembangkan media interaktif untuk membantu siswa kelas IV memahami pecahan. Pengembang perlu melakukan analisis kebutuhan, menyusun desain, membuat prototype, melakukan uji coba, memperoleh umpan balik, dan melakukan revisi.
Pemanfaatan berkaitan dengan penggunaan media, sumber belajar, teknologi, dan sistem yang telah tersedia untuk mendukung tujuan pembelajaran.
- Pemanfaatan media
- Pemanfaatan sumber belajar
- Pemanfaatan teknologi
Pemanfaatan teknologi membutuhkan pertimbangan pedagogis. Teknologi yang sama dapat memberikan hasil berbeda ketika digunakan pada tujuan, aktivitas, peserta didik, dan konteks yang berbeda. Karena itu, pemanfaatan harus disertai analisis kebutuhan dan evaluasi penggunaannya (Valverde-Berrocoso et al., 2022).
Guru menggunakan video animasi bukan karena video merupakan media modern, tetapi karena animasi tersebut membantu memvisualisasikan proses yang sulit diamati secara langsung.
Pengelolaan merupakan proses mengatur sumber daya, informasi, orang, proyek, waktu, dan sistem agar solusi teknologi pendidikan dapat berjalan secara efektif.
- Pengelolaan proyek
- Pengelolaan sumber daya
- Pengelolaan sistem
- Pengelolaan informasi
Pada tingkat sekolah, pengelolaan teknologi dapat melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, infrastruktur, kebijakan, dan dukungan organisasi. Integrasi teknologi merupakan proses sistemik yang dipengaruhi oleh faktor pada tingkat guru, sekolah, dan kebijakan pendidikan (Sosa-Díaz et al., 2022).
Evaluasi merupakan proses memperoleh dan menggunakan informasi untuk menentukan kualitas, efektivitas, kebermanfaatan, dan dampak suatu solusi pendidikan.
- Evaluasi formatif
- Evaluasi sumatif
- Asesmen
- Evaluasi program
- Evaluasi dampak
Evaluasi tidak hanya menanyakan apakah teknologi dapat digunakan, tetapi juga apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan kontribusi terhadap proses dan hasil belajar. Kajian sistematis menunjukkan bahwa efektivitas teknologi pendidikan perlu dianalisis melalui hubungan antara penggunaan teknologi, konteks pedagogis, dan hasil belajar (Valverde-Berrocoso et al., 2022).
"Apakah media yang digunakan guru benar-benar meningkatkan kualitas pengalaman belajar dan membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran?"
🔄 Hubungan Antar-Domain
Lima domain Teknologi Pendidikan harus dipandang sebagai rangkaian proses yang saling berhubungan. Desain memberikan arah, pengembangan menghasilkan solusi, pemanfaatan memastikan solusi digunakan dalam konteks nyata, pengelolaan menjaga keberlangsungan sistem, sedangkan evaluasi menghasilkan bukti untuk menentukan kualitas dan perbaikan berikutnya.
Siklus tersebut menunjukkan bahwa Teknologi Pendidikan bukan sekadar kegiatan membuat media. Media hanyalah salah satu kemungkinan solusi dalam sebuah proses yang lebih luas.
⚖️ Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran
Istilah Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran sering digunakan secara berdekatan. Dalam praktik akademik, keduanya memiliki wilayah yang sangat terkait karena sama-sama menekankan pemanfaatan pengetahuan, proses, sumber, dan teknologi untuk mendukung belajar.
Perbedaannya dapat dipahami terutama melalui keluasan fokus. Teknologi Pendidikan memiliki cakupan yang lebih luas, sedangkan Teknologi Pembelajaran lebih menekankan proses yang berkaitan langsung dengan desain dan fasilitasi pembelajaran.
| Aspek | Teknologi Pendidikan | Teknologi Pembelajaran |
|---|---|---|
| Ruang lingkup | Lebih luas, mencakup sistem, organisasi, sumber daya, kebijakan, kinerja, pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi. | Lebih terfokus pada proses dan kondisi yang secara langsung mendukung pembelajaran. |
| Fokus | Pemecahan masalah pendidikan dan peningkatan kinerja secara sistematis. | Perancangan dan fasilitasi proses pembelajaran. |
| Contoh | Pengembangan sistem pembelajaran sekolah, pengelolaan sumber belajar, evaluasi program digital, dan strategi transformasi teknologi. | Desain pembelajaran, media, bahan ajar, aktivitas belajar, asesmen, dan lingkungan belajar. |
Teknologi Pembelajaran dapat dipandang sebagai bagian penting dari ekosistem Teknologi Pendidikan. Keduanya tidak seharusnya dipertentangkan, tetapi dipahami berdasarkan ruang lingkup dan fungsi analisisnya.
🧠 C. Sistem Pembelajaran
Sistem pembelajaran merupakan sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan belajar. Karena komponen saling bergantung, perubahan pada satu komponen dapat memengaruhi komponen lainnya.
Dalam pembelajaran berbasis teknologi, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh media atau perangkat. Tujuan, peserta didik, materi, strategi, metode, sumber belajar, lingkungan, teknologi, dan asesmen harus dirancang sebagai satu kesatuan (Martin et al., 2020; Theelen et al., 2022).
| Komponen | Pertanyaan Analitis |
|---|---|
| Peserta didik | Siapa yang belajar? Bagaimana karakteristik, kebutuhan, kemampuan awal, dan hambatan belajarnya? |
| Tujuan pembelajaran | Kompetensi apa yang harus dicapai? |
| Materi | Pengetahuan atau keterampilan apa yang harus dipelajari? |
| Strategi | Bagaimana keseluruhan pengalaman belajar akan dirancang? |
| Metode | Aktivitas belajar apa yang akan digunakan? |
| Media | Media apa yang paling sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik? |
| Sumber belajar | Sumber apa saja yang dapat digunakan peserta didik? |
| Lingkungan belajar | Dalam kondisi fisik, sosial, digital, dan psikologis seperti apa pembelajaran berlangsung? |
| Teknologi | Teknologi apa yang benar-benar memberikan nilai tambah? |
| Asesmen | Bagaimana pencapaian tujuan pembelajaran diukur? |
| Umpan balik | Bagaimana informasi hasil belajar digunakan untuk memperbaiki proses belajar? |
🌐 Pembelajaran sebagai Sistem dan Ekosistem
Pembelajaran modern semakin menyerupai ekosistem karena peserta didik dapat berinteraksi dengan guru, teman sebaya, buku, video, aplikasi, platform digital, lingkungan sekolah, keluarga, dan berbagai sumber belajar lainnya.
Perkembangan lingkungan belajar berbasis teknologi menunjukkan bahwa integrasi teknologi membutuhkan perhatian terhadap desain, aktivitas belajar, karakteristik pengguna, dan konteks. Teknologi tidak otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih baik hanya karena teknologi tersebut lebih baru (Martin et al., 2020).
Pada tingkat sekolah, sistem pembelajaran dapat digambarkan sebagai hubungan antara input, proses, output, dan umpan balik.
Jika hasil belajar rendah, jangan langsung menyimpulkan bahwa medianya salah. Analisis seluruh sistem: apakah tujuan sudah jelas, materi sesuai, strategi tepat, guru siap, peserta didik memahami tugas, lingkungan mendukung, teknologi berfungsi, dan asesmen benar-benar mengukur kompetensi yang dituju?
🏫 Implementasi Teknologi Pendidikan di Sekolah
Implementasi teknologi di sekolah merupakan proses yang kompleks. Keberhasilan tidak hanya bergantung pada ketersediaan perangkat, tetapi juga pada kualitas desain pembelajaran, kompetensi guru, dukungan organisasi, kesiapan infrastruktur, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan pembelajaran (Sosa-Díaz et al., 2022; Msafiri et al., 2023).
Kajian mengenai integrasi teknologi pada pendidikan K–12 juga menunjukkan bahwa kualitas integrasi perlu dilihat dari bagaimana teknologi digunakan dalam aktivitas pedagogis, bukan hanya dari berapa banyak perangkat yang dimiliki sekolah (Consoli et al., 2023).
Sekolah membeli 20 tablet untuk mendukung pembelajaran membaca. Setelah tiga bulan, guru melaporkan bahwa tablet jarang digunakan. Teknolog Pendidikan tidak cukup mengatakan "guru kurang mampu menggunakan tablet". Analisis harus dilakukan terhadap desain pembelajaran, konten, akses, pelatihan, waktu, dukungan sekolah, dan kesesuaian tablet dengan kebutuhan siswa.
🎥 Video Eksplorasi
Simak video berikut sebagai pengantar untuk memperluas pemahaman mengenai teknologi dan pembelajaran.
🎥 Sumber Video:
Ulfia Rahmi — Model Desain E-Learning
Link YouTube:
Tonton Video di YouTube
💡 Eksplorasi
Amati satu media pembelajaran yang digunakan di sekolah. Jangan hanya menilai tampilannya.
Analisis tujuan penggunaannya, karakteristik peserta didik, materi yang disampaikan, aktivitas belajar, peran guru, asesmen, serta bukti bahwa media tersebut memberikan nilai tambah.
Fokus eksplorasi: tujuan → peserta didik → desain → media → implementasi → asesmen → dampak.
🎯 Aktivitas Pembelajaran
Aktivitas 1 — Pemetaan Domain
Pilih satu media pembelajaran yang digunakan di sekolah. Petakan kegiatan tersebut ke dalam lima domain Teknologi Pendidikan: desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi.
Aktivitas 2 — Analisis Sistem
Identifikasi komponen sistem pembelajaran yang terlibat: peserta didik, tujuan, materi, strategi, metode, media, sumber belajar, lingkungan, teknologi, asesmen, dan umpan balik.
Aktivitas 3 — Analisis Kesenjangan
Temukan satu komponen yang menurut Anda paling lemah. Jelaskan bagaimana kelemahan tersebut dapat memengaruhi komponen lain dalam sistem pembelajaran.
🧩 Studi Kasus Analitis
Sebuah sekolah dasar mulai menggunakan media video animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V pada materi sistem peredaran darah manusia. Kepala sekolah menganggap penggunaan video tersebut sebagai bentuk inovasi Teknologi Pendidikan.
Guru merasa bahwa pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa terlihat antusias ketika video diputar. Namun, setelah pembelajaran selesai, hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan menjelaskan alur peredaran darah dengan kata-kata sendiri. Beberapa siswa juga hanya mengingat gambar dan animasi, tetapi tidak memahami hubungan antarorgan.
Video tersebut juga digunakan dengan cara yang sama untuk seluruh siswa. Tidak ada kegiatan sebelum menonton, tidak ada lembar aktivitas selama video berlangsung, dan setelah video selesai guru langsung memberikan soal pilihan ganda.
Sebagai mahasiswa S2 Teknologi Pendidikan, Anda diminta menganalisis kasus tersebut menggunakan perspektif domain Teknologi Pendidikan dan sistem pembelajaran.
📝 Tes HOTS
Tes berikut dirancang untuk mahasiswa jenjang S2. Masukkan identitas terlebih dahulu, kemudian pilih satu jawaban yang paling tepat. Soal menekankan analisis, evaluasi, sintesis, dan pengambilan keputusan profesional.
Jumlah soal: 10 soal
Skor maksimal: 100
Hasil Tes HOTS
Nama: -
NIM: -
dari 100
💭 Refleksi HOTS
Pertanyaan reflektif:
Gunakan konsep domain Teknologi Pendidikan dan sistem pembelajaran untuk menjawab tiga pertanyaan berikut. Jawaban harus argumentatif dan berbasis analisis, bukan sekadar definisi.
📚 Daftar Pustaka
Almasri, F. (2024). Exploring the impact of artificial intelligence in teaching and learning of science: A systematic review of empirical research. Research in Science Education, 54 , 977–997. https://doi.org/10.1007/s11165-024-10176-3
Consoli, T., Désiron, J., & Cattaneo, A. (2023). What is "technology integration" and how is it measured in K-12 education? A systematic review of survey instruments from 2010 to 2021. Computers & Education, 197 , 104742. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.104742
Feng, J., Yu, B., Tan, W. H., Dai, Z., & Li, Z. (2025). Key factors influencing educational technology adoption in higher education: A systematic review. PLOS Digital Health, 4 (4), e0000764. https://doi.org/10.1371/journal.pdig.0000764
Hamilton, D., McKechnie, J., Edgerton, E., & Wilson, C. (2021). Immersive virtual reality as a pedagogical tool in education: A systematic literature review of quantitative learning outcomes and experimental design. Journal of Computers in Education, 8 , 1–32. https://doi.org/10.1007/s40692-020-00169-2
Martin, F., Dennen, V. P., & Bonk, C. J. (2020). A synthesis of systematic review research on emerging learning environments and technologies. Educational Technology Research and Development, 68 , 1613–1633. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09812-2
Msafiri, M. M., Kangwa, D., & Cai, L. (2023). A systematic literature review of ICT integration in secondary education: What works, what does not, and what next? Discover Education, 2 , 44. https://doi.org/10.1007/s44217-023-00070-x
Mustafa, M. Y., Tlili, A., Lampropoulos, G., et al. (2024). A systematic review of literature reviews on artificial intelligence in education (AIED): A roadmap to a future research agenda. Smart Learning Environments, 11 , 59. https://doi.org/10.1186/s40561-024-00350-5
Pishtari, G., Rodríguez-Triana, M. J., Sarmiento Márquez, E. M., Pérez-Sanagustín, M., Ruiz-Calleja, A., Santos, P., Prieto Santos, L. P., Serrano Iglesias, S., & Väljataga, T. (2020). Learning design and learning analytics in mobile and ubiquitous learning: A systematic review. British Journal of Educational Technology, 51 (4), 1078–1100. https://doi.org/10.1111/bjet.12944
Sosa-Díaz, M. J., Sierra-Daza, M. C., Arriazu-Muñoz, R., Llamas-Salguero, F., & Durán-Rodríguez, N. (2022). "EdTech integration framework in schools": Systematic review of the literature. Frontiers in Education, 7 , 895042. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.895042
Theelen, H., van den Beemt, A., & den Brok, P. (2022). The didactic and pedagogical design of e-learning in higher education: A systematic literature review. Journal of Computer Assisted Learning, 38 (5), 1286–1303. https://doi.org/10.1111/jcal.12705
Valverde-Berrocoso, J., Acevedo-Borrega, J., & Cerezo-Pizarro, M. (2022). Educational technology and student performance: A systematic review. Frontiers in Education, 7 , 916502. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.916502
Literatur pada materi ini dipilih dari publikasi tahun 2020–2025 dan digunakan untuk memperkuat pembahasan mengenai desain pembelajaran, integrasi teknologi, sistem pembelajaran, evaluasi, lingkungan belajar, dan perkembangan teknologi pendidikan. Referensi disusun dalam format APA 7 dan setiap artikel jurnal yang digunakan dilengkapi DOI.