Logo Universitas Lambung Mangkurat
ULM

DASAR-DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Program Pascasarjana Teknologi Pendidikan • Matrikulasi 2026

💻

PERTEMUAN 4

Teknologi Digital, Profesi, dan Penerapan Teknologi Pendidikan

1

🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi Pertemuan 4, mahasiswa diharapkan mampu:

Orientasi pembelajaran:

Teknologi digital tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Mahasiswa diarahkan untuk menganalisis kapan, mengapa, untuk siapa, dan bagaimana suatu teknologi digunakan agar benar-benar memberikan nilai tambah terhadap proses dan hasil belajar. Prinsip tersebut sejalan dengan temuan bahwa dampak teknologi sangat dipengaruhi oleh desain pedagogis dan konteks penggunaannya (Martin et al., 2020; Valverde-Berrocoso et al., 2022).

2

📖 A. Teknologi Digital dalam Pembelajaran

Teknologi digital telah memperluas cara peserta didik mengakses materi, berinteraksi dengan guru, bekerja sama, melakukan asesmen, dan memperoleh umpan balik. Lingkungan pembelajaran digital dapat mencakup platform daring, perangkat bergerak, video, sistem adaptif, analitik pembelajaran, kecerdasan buatan, serta teknologi imersif (Martin et al., 2020).

Namun, keberadaan teknologi tidak otomatis meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi perlu ditempatkan dalam desain pembelajaran yang jelas sehingga fungsi teknologi berhubungan dengan tujuan, aktivitas peserta didik, strategi pedagogis, dan asesmen (Valverde-Berrocoso et al., 2022).

1 Learning Management System (LMS)

LMS merupakan sistem digital yang dapat digunakan untuk mengelola materi, aktivitas, komunikasi, pengumpulan tugas, asesmen, dan rekam aktivitas belajar. Dalam lingkungan sekolah, LMS dapat menjadi pusat pengorganisasian kelas digital sehingga materi dan aktivitas pembelajaran lebih terstruktur.

Contoh:

Guru mengunggah modul, video, lembar kerja, kuis, dan tugas ke LMS. Siswa mengakses materi sesuai jadwal, mengirim tugas, dan menerima umpan balik melalui sistem.

2 Video Pembelajaran

Video dapat digunakan untuk menjelaskan konsep, menunjukkan prosedur, memberikan demonstrasi, atau menyediakan pengalaman belajar yang dapat dipelajari kembali. Nilai pedagogis video ditentukan bukan hanya oleh kualitas visual, tetapi juga oleh bagaimana video diintegrasikan dengan aktivitas belajar dan asesmen.

Video yang terlalu panjang, tidak terarah, atau tidak memiliki aktivitas tindak lanjut dapat membuat peserta didik menjadi penonton pasif. Karena itu, video sebaiknya disertai pertanyaan, tugas pengamatan, diskusi, atau aktivitas pemecahan masalah.

3 Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif menggabungkan teks, gambar, audio, video, animasi, simulasi, dan interaksi pengguna. Keunggulannya terletak pada kesempatan peserta didik untuk melakukan eksplorasi dan menerima respons dari sistem.

Penggunaan multimedia perlu mempertimbangkan beban kognitif, keterbacaan, navigasi, dan aksesibilitas. Fitur yang terlalu banyak tidak selalu menghasilkan pengalaman belajar yang lebih baik.

4 Mobile Learning

Mobile learning memungkinkan peserta didik belajar menggunakan perangkat bergerak seperti smartphone atau tablet. Model ini dapat mendukung fleksibilitas waktu dan tempat belajar, tetapi tetap harus mempertimbangkan ketersediaan perangkat, koneksi, ukuran layar, dan literasi digital.

5 Cloud Learning

Cloud learning memungkinkan penyimpanan, akses, dan kolaborasi terhadap sumber belajar melalui layanan berbasis internet. Peserta didik dan guru dapat mengakses dokumen serta aktivitas dari berbagai perangkat.

Dalam implementasinya, sekolah harus memperhatikan keamanan akun, pengelolaan hak akses, privasi data, serta ketergantungan terhadap koneksi internet.

6 Artificial Intelligence (AI)

Artificial Intelligence dapat digunakan untuk membantu personalisasi belajar, menghasilkan atau mengadaptasi materi, memberikan umpan balik, membantu analisis data, dan mendukung pekerjaan pendidik. Kajian mutakhir menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam pendidikan, tetapi juga menimbulkan persoalan mengenai validitas, bias, privasi, integritas akademik, dan peran manusia (Mustafa et al., 2024; Almasri, 2024).

Prinsip penting:

AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu dalam sistem pembelajaran. Guru tetap bertanggung jawab memverifikasi informasi, menentukan keputusan pedagogis, dan memastikan penggunaan AI sesuai tujuan serta kebutuhan peserta didik.

7 Augmented Reality (AR)

Augmented Reality menambahkan objek atau informasi digital ke lingkungan nyata. Dalam pembelajaran, AR dapat membantu peserta didik memvisualisasikan objek atau konsep yang sulit diamati secara langsung.

8 Virtual Reality (VR)

Virtual Reality menciptakan lingkungan digital imersif yang dapat memberikan pengalaman simulasi. VR berpotensi digunakan untuk situasi yang sulit, mahal, berbahaya, atau tidak memungkinkan dilakukan secara langsung. Penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dari VR perlu dipahami berdasarkan desain eksperimen, tujuan pembelajaran, dan cara teknologi tersebut digunakan (Hamilton et al., 2021).

9 Learning Analytics

Learning analytics adalah pemanfaatan data tentang aktivitas belajar untuk memahami proses pembelajaran dan mendukung pengambilan keputusan. Data dapat berupa aktivitas akses materi, hasil kuis, waktu pengerjaan, pola interaksi, atau perkembangan kompetensi.

Data tersebut dapat membantu guru mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan dukungan. Namun, penggunaan data harus memperhatikan validitas interpretasi, transparansi, keamanan, dan privasi.

10 Adaptive Learning

Adaptive learning menggunakan data dan aturan tertentu untuk menyesuaikan materi, tingkat kesulitan, urutan aktivitas, atau umpan balik berdasarkan kebutuhan peserta didik.

Sistem adaptif dapat membantu personalisasi, tetapi kualitas adaptasi bergantung pada data, algoritma, desain pembelajaran, dan keputusan pedagogis yang mendasarinya.

3

⚙️ B. Prinsip Pemilihan Teknologi

Pemilihan teknologi pendidikan tidak seharusnya dilakukan karena teknologi tersebut sedang populer atau memiliki fitur paling banyak. Pemilihan harus dimulai dari masalah pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai, karakteristik peserta didik, serta konteks implementasi. Integrasi teknologi yang berkualitas menuntut hubungan antara teknologi dan praktik pedagogis (Consoli et al., 2023).

Prinsip Pertanyaan Analitis
Sesuai tujuan pembelajaran Apakah teknologi membantu peserta didik mencapai kompetensi yang ditargetkan?
Sesuai karakteristik peserta didik Apakah teknologi sesuai dengan usia, kemampuan awal, kebutuhan, dan hambatan peserta didik?
Mudah diakses Apakah peserta didik dapat mengakses teknologi dengan perangkat dan koneksi yang tersedia?
Mudah digunakan Apakah guru dan peserta didik mampu menggunakannya tanpa beban teknis yang berlebihan?
Mendukung aktivitas belajar Apakah teknologi mendorong peserta didik melakukan aktivitas yang bermakna?
Efektif Apakah terdapat bukti bahwa penggunaan teknologi membantu pencapaian hasil belajar?
Efisien Apakah manfaat teknologi sebanding dengan waktu, biaya, dan sumber daya yang diperlukan?
Aman Apakah data, akun, perangkat, dan informasi peserta didik terlindungi?
Etis Apakah penggunaan teknologi memperhatikan transparansi, keadilan, integritas, dan tanggung jawab?
Inklusif Apakah teknologi dapat digunakan oleh peserta didik dengan beragam kemampuan dan kebutuhan?
Berbasis bukti Apakah keputusan didukung data, penelitian, dan hasil evaluasi, bukan sekadar tren?
Prinsip utama:

Pertanyaan yang paling penting bukan "teknologi apa yang terbaru?", melainkan "masalah pembelajaran apa yang hendak diselesaikan dan teknologi apa yang paling tepat untuk membantu menyelesaikannya?" Pendekatan ini menghindarkan sekolah dari technology-driven decision making yang hanya mengejar perangkat tanpa memperhatikan kebutuhan pembelajaran (Sosa-Díaz et al., 2022).

4

👨‍💻 C. Peran Teknolog Pendidikan

Teknolog Pendidikan bukan sekadar orang yang menguasai perangkat digital. Profesional Teknologi Pendidikan bekerja untuk menganalisis masalah, merancang solusi, mengembangkan sumber belajar, mengelola implementasi, dan mengevaluasi dampaknya. Perubahan teknologi digital juga meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi profesional yang mampu menghubungkan aspek teknologi, pedagogi, organisasi, dan kebutuhan pengguna (Martin et al., 2020).

Alur kerja profesional Teknolog Pendidikan:
Analisis Masalah
→
Desain Solusi
→
Pengembangan
→
Implementasi
→
Evaluasi
→
Perbaikan
5

⚠️ D. Tantangan Era Digital

Transformasi digital pendidikan membawa peluang sekaligus tantangan. Sekolah tidak cukup hanya menyediakan perangkat. Kesiapan guru, budaya organisasi, akses, kebijakan, keamanan, literasi digital, dan desain pembelajaran juga menentukan kualitas implementasi teknologi (Sosa-Díaz et al., 2022; Msafiri et al., 2023).

1 Kesenjangan Akses

Tidak semua peserta didik memiliki perangkat, koneksi internet, atau lingkungan belajar yang sama. Kondisi ini dapat menghasilkan kesenjangan kesempatan belajar.

2 Literasi Digital

Guru dan peserta didik membutuhkan kemampuan untuk mencari, menilai, menggunakan, menghasilkan, dan membagikan informasi digital secara bertanggung jawab.

3 Misinformasi

Kemudahan memperoleh informasi membuat kemampuan mengevaluasi kredibilitas sumber menjadi semakin penting. Teknologi dapat mempercepat penyebaran informasi yang tidak akurat.

4 Privasi dan Keamanan Data

Platform digital dapat mengumpulkan data pengguna. Sekolah perlu memahami jenis data yang dikumpulkan, tujuan penggunaannya, akses terhadap data, dan mekanisme perlindungannya.

5 Etika Artificial Intelligence

AI menghadirkan isu bias, transparansi, akurasi, privasi, ketergantungan, dan integritas akademik. Karena itu, penggunaan AI harus disertai pengawasan manusia dan prinsip etis (Mustafa et al., 2024).

6 Ketergantungan Teknologi

Ketergantungan berlebihan dapat menjadi masalah ketika teknologi tidak tersedia, mengalami gangguan, atau justru mengurangi kesempatan peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar langsung.

7 Kompetensi Pendidik

Ketersediaan teknologi tidak otomatis menghasilkan kompetensi pedagogis digital. Guru memerlukan dukungan, pelatihan, pendampingan, waktu, dan kesempatan untuk bereksperimen.

8 Aksesibilitas

Sumber digital harus dirancang agar dapat digunakan oleh peserta didik dengan beragam kebutuhan. Caption, alternatif teks, kontras yang memadai, navigasi keyboard, struktur informasi yang jelas, dan format yang fleksibel merupakan bagian dari desain yang aksesibel.

9 Inklusivitas

Teknologi seharusnya memperluas kesempatan belajar, bukan menciptakan hambatan baru. Solusi digital perlu mempertimbangkan perbedaan kemampuan, bahasa, kondisi sosial-ekonomi, dan kebutuhan belajar peserta didik.

6

🏫 E. Penerapan Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan dapat diterapkan pada berbagai lingkungan. Bentuk penerapannya berbeda sesuai tujuan, karakteristik peserta didik, kebutuhan organisasi, dan konteks pembelajaran.

Lingkungan Contoh Penerapan Fokus
Sekolah LMS, kelas digital, video pembelajaran, asesmen digital Meningkatkan kualitas proses belajar dan pengelolaan pembelajaran.
Perguruan Tinggi Blended learning, e-learning, MOOCs, learning analytics Mendukung pembelajaran fleksibel dan pengelolaan pengalaman belajar.
Pendidikan dan Pelatihan Microlearning, webinar, simulasi, e-learning Meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas pengembangan kompetensi.
Pendidikan Inklusif Teknologi bantu, media aksesibel, sumber belajar adaptif Memperluas akses dan partisipasi peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.
Organisasi Knowledge management, performance technology, digital training Meningkatkan kinerja, berbagi pengetahuan, dan pengembangan kompetensi.
Catatan:

Penerapan teknologi pendidikan selalu membutuhkan analisis konteks. Teknologi yang berhasil pada satu sekolah belum tentu memberikan hasil yang sama pada sekolah lain karena perbedaan infrastruktur, budaya, kompetensi guru, karakteristik peserta didik, dan dukungan organisasi (Msafiri et al., 2023).

7

♿ Teknologi untuk Pembelajaran Inklusif

Teknologi pendidikan memiliki potensi untuk mengurangi hambatan belajar apabila dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik. Teknologi bantu, media aksesibel, sumber belajar adaptif, dan format digital yang fleksibel dapat membantu peserta didik berpartisipasi dalam pembelajaran.

Aksesibilitas tidak boleh diperlakukan sebagai tambahan setelah produk selesai. Aksesibilitas sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap analisis kebutuhan dan desain. Dengan demikian, teknologi dapat digunakan oleh lebih banyak peserta didik tanpa harus selalu membuat solusi terpisah.

Contoh prinsip desain inklusif:
Teks Jelas
→
Audio
→
Caption
→
Visual
→
Navigasi Mudah
→
Pilihan Respons
Pertanyaan penting:

"Apakah teknologi yang saya pilih membuka akses belajar bagi lebih banyak peserta didik, atau justru menciptakan hambatan baru?"

8

🎥 Video Eksplorasi

Simak video berikut sebagai pengantar untuk memperluas pemahaman mengenai teknologi digital dan transformasi pembelajaran.

🎥 Sumber Video:
Ulfia Rahmi — Aplikasi E-Learning
Link YouTube: Tonton Video di YouTube

9

💡 Eksplorasi

"Teknologi apa yang sebenarnya dibutuhkan sekolah Anda?"

Pilih satu masalah pembelajaran nyata di sekolah. Jangan langsung memilih aplikasi atau perangkat.

Identifikasi terlebih dahulu masalah, penyebab, karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, kondisi guru, akses teknologi, serta bukti yang tersedia.

Setelah itu, tentukan apakah teknologi benar-benar diperlukan. Jika diperlukan, pilih teknologi yang paling sesuai dan jelaskan mengapa teknologi tersebut lebih tepat dibandingkan alternatif lain.

Fokus eksplorasi: masalah → kebutuhan → tujuan → peserta didik → alternatif teknologi → aksesibilitas → implementasi → evaluasi → dampak.

10

🎯 Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 — Audit Teknologi Sekolah

Identifikasi teknologi digital yang digunakan pada satu sekolah. Catat jenis teknologi, tujuan penggunaan, pengguna, frekuensi penggunaan, manfaat, hambatan, dan bukti keberhasilannya.

Aktivitas 2 — Analisis Pemilihan Teknologi

Pilih satu masalah pembelajaran. Bandingkan minimal dua alternatif teknologi menggunakan kriteria tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, akses, kemudahan penggunaan, efektivitas, efisiensi, keamanan, etika, inklusivitas, dan bukti.

Aktivitas 3 — Peran Teknolog Pendidikan

Tentukan tindakan yang harus dilakukan Teknolog Pendidikan mulai dari analisis masalah sampai evaluasi. Jelaskan alasan setiap tindakan.

Aktivitas 4 — Analisis Risiko Digital

Identifikasi minimal tiga risiko penggunaan teknologi digital di sekolah dan susun strategi mitigasinya.

11

🧩 Studi Kasus Analitis

Kasus: Transformasi Digital di Sekolah Dasar

Sebuah sekolah dasar mulai menggunakan video pembelajaran, LMS, dan asesmen digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kepala sekolah berharap transformasi tersebut membuat proses belajar menjadi lebih modern dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Setelah tiga bulan, ditemukan beberapa masalah. Sebagian siswa memiliki perangkat sendiri, tetapi sebagian lainnya harus berbagi perangkat dengan anggota keluarga. Koneksi internet juga tidak stabil pada beberapa rumah siswa. Guru memiliki kemampuan teknologi yang berbeda; sebagian guru mampu membuat materi interaktif, sedangkan sebagian lainnya masih kesulitan mengelola LMS.

Selain itu, video pembelajaran yang digunakan belum selalu dilengkapi caption atau alternatif materi bagi siswa yang mengalami hambatan tertentu. Beberapa guru menggunakan asesmen digital dengan mengambil soal dari internet tanpa melakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian tingkat kesulitan dan tujuan pembelajaran.

Sekolah kemudian meminta seorang Teknolog Pendidikan membantu menganalisis masalah dan merancang solusi. Teknolog Pendidikan tidak langsung merekomendasikan pembelian perangkat baru, tetapi memulai dengan analisis kebutuhan, kondisi peserta didik, kompetensi guru, infrastruktur, desain pembelajaran, dan data hasil belajar.

Fokus analisis: Masalah utama → kebutuhan → karakteristik peserta didik → tujuan → alternatif teknologi → aksesibilitas → kompetensi guru → implementasi → evaluasi → keberlanjutan.
1. Identifikasi masalah utama dalam kasus tersebut. Kelompokkan masalah menjadi aspek pedagogis, teknologi, sumber daya manusia, aksesibilitas, dan organisasi.
2. Jika Anda menjadi Teknolog Pendidikan, teknologi atau kombinasi teknologi apa yang akan Anda prioritaskan? Bandingkan alternatif yang tersedia dan jelaskan alasan pemilihannya berdasarkan prinsip pemilihan teknologi.
3. Rancang solusi yang inklusif agar siswa dengan keterbatasan perangkat atau koneksi internet tetap dapat mengikuti pembelajaran. Jelaskan juga strategi untuk meningkatkan kompetensi guru.
4. Tentukan cara mengevaluasi keberhasilan implementasi. Data apa yang akan dikumpulkan dan indikator apa yang digunakan untuk menentukan apakah program dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan?

✓ Analisis kasus berhasil disimpan pada perangkat ini.

12

📝 Tes HOTS

Petunjuk:

Tes berikut dirancang untuk mahasiswa jenjang S2. Masukkan identitas terlebih dahulu, kemudian pilih satu jawaban yang paling tepat. Soal menekankan kemampuan analisis, evaluasi, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah dalam penerapan Teknologi Pendidikan.

Jumlah soal: 10 soal

Skor maksimal: 100

👤 Identitas Mahasiswa
Soal 1

Sebuah sekolah ingin membeli platform LMS baru karena platform tersebut sedang populer. Namun, hasil analisis awal menunjukkan bahwa masalah utama sekolah sebenarnya adalah guru belum mampu merancang aktivitas pembelajaran digital dan sebagian siswa mengalami keterbatasan akses internet. Sebagai Teknolog Pendidikan, keputusan yang paling tepat adalah...

Soal 2

Guru kelas V menggunakan video pembelajaran selama 30 menit. Siswa terlihat sangat antusias, tetapi hasil asesmen menunjukkan bahwa mereka hanya mengingat istilah dan gambar tanpa mampu menjelaskan konsep yang dipelajari. Evaluasi yang paling tepat adalah...

Soal 3

Sebuah sekolah memiliki dua pilihan teknologi untuk asesmen. Teknologi pertama memiliki fitur lengkap tetapi membutuhkan internet stabil. Teknologi kedua lebih sederhana dan dapat digunakan dengan koneksi terbatas. Sebagian besar siswa sekolah berada di wilayah dengan koneksi internet tidak stabil. Jika tujuan utama adalah memastikan seluruh siswa dapat mengikuti asesmen secara adil, keputusan yang paling tepat adalah...

Soal 4

Kepala sekolah meminta guru menggunakan AI untuk menghasilkan seluruh bahan ajar. Beberapa guru kemudian langsung menggunakan hasil AI tanpa memeriksa kebenaran informasi dan kesesuaiannya dengan karakteristik siswa. Sebagai Teknolog Pendidikan, tindakan paling tepat adalah...

Soal 5

Sekolah memiliki internet cepat, perangkat yang cukup, dan LMS yang baik. Namun, setelah satu semester penggunaan LMS masih rendah. Guru mengatakan bahwa LMS terlalu sulit digunakan dan mereka tidak tahu bagaimana merancang aktivitas yang sesuai. Analisis yang paling tepat adalah...

Soal 6

Sebuah sekolah menggunakan learning analytics untuk mengetahui siswa yang jarang mengakses materi. Kepala sekolah kemudian langsung menyimpulkan bahwa siswa tersebut tidak termotivasi belajar. Dari perspektif Teknologi Pendidikan, tindakan yang lebih tepat adalah...

Soal 7

Sebuah sekolah mengembangkan media digital untuk seluruh siswa. Setelah digunakan, siswa dengan hambatan penglihatan mengalami kesulitan membaca teks dan memahami informasi visual. Jika sekolah ingin memperbaiki produk tersebut secara inklusif, tindakan paling tepat adalah...

Soal 8

Sebuah sekolah telah membeli tablet dalam jumlah besar, tetapi guru menggunakannya hanya untuk menggantikan buku cetak menjadi PDF. Jika tujuan sekolah adalah meningkatkan kualitas pembelajaran, evaluasi profesional yang paling tepat adalah...

Soal 9

Sebuah sekolah ingin menerapkan virtual reality untuk pembelajaran IPA karena teknologi tersebut dianggap inovatif. Namun, tujuan pembelajaran sebenarnya hanya meminta siswa mengidentifikasi tiga jenis batuan dan membedakan karakteristiknya. Jika Anda menjadi Teknolog Pendidikan, keputusan paling rasional adalah...

Soal 10

Setelah enam bulan menerapkan kelas digital, sekolah menemukan bahwa akses materi meningkat dan siswa lebih sering mengumpulkan tugas. Namun, hasil belajar hanya meningkat pada sebagian kelas. Sebagai evaluator, kesimpulan yang paling tepat adalah...

Hasil Tes HOTS

Nama: -

NIM: -

0

dari 100

-
13

💭 Refleksi HOTS

Pertanyaan reflektif:

Jawablah pertanyaan berikut secara argumentatif. Gunakan konsep Teknologi Pendidikan, prinsip pemilihan teknologi, analisis sistem, etika, aksesibilitas, dan evaluasi. Jawaban tidak cukup berupa definisi.

1. Sebuah sekolah memiliki banyak perangkat digital tetapi hasil belajar belum menunjukkan peningkatan yang konsisten. Apakah sekolah perlu membeli teknologi baru? Evaluasi keputusan tersebut dengan menggunakan prinsip analisis masalah dan pemilihan teknologi.
2. Jika Anda menjadi Teknolog Pendidikan di sekolah dengan anggaran terbatas, Anda hanya dapat memilih satu prioritas: membeli perangkat baru, meningkatkan kompetensi guru, mengembangkan media, atau memperbaiki desain pembelajaran. Pilih satu prioritas dan pertahankan keputusan Anda berdasarkan kebutuhan, bukti, konteks, efektivitas, efisiensi, dan dampak.
3. Sebuah sekolah ingin menggunakan Artificial Intelligence untuk membantu guru dan siswa. Rancang ekosistem penggunaan AI yang tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan profesional dan siswa sebagai pembelajar aktif. Jelaskan mekanisme verifikasi, privasi, etika, asesmen, dan evaluasinya.
4. Sekolah ingin menerapkan teknologi yang sama kepada seluruh siswa agar dianggap adil. Namun, kondisi perangkat, koneksi, kemampuan, dan kebutuhan siswa berbeda-beda. Evaluasi pernyataan tersebut dan rumuskan prinsip keadilan teknologi yang menurut Anda paling tepat untuk sekolah.

✓ Refleksi berhasil disimpan.

14

📚 Daftar Pustaka

Almasri, F. (2024). Exploring the impact of artificial intelligence in teaching and learning of science: A systematic review of empirical research. Research in Science Education, 54 , 977–997. https://doi.org/10.1007/s11165-024-10176-3

Consoli, T., Désiron, J., & Cattaneo, A. (2023). What is "technology integration" and how is it measured in K-12 education? A systematic review of survey instruments from 2010 to 2021. Computers & Education, 197 , 104742. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.104742

Hamilton, D., McKechnie, J., Edgerton, E., & Wilson, C. (2021). Immersive virtual reality as a pedagogical tool in education: A systematic literature review of quantitative learning outcomes and experimental design. Journal of Computers in Education, 8 , 1–32. https://doi.org/10.1007/s40692-020-00169-2

Martin, F., Dennen, V. P., & Bonk, C. J. (2020). A synthesis of systematic review research on emerging learning environments and technologies. Educational Technology Research and Development, 68 , 1613–1633. https://doi.org/10.1007/s11423-020-09812-2

Msafiri, M. M., Kangwa, D., & Cai, L. (2023). A systematic literature review of ICT integration in secondary education: What works, what does not, and what next? Discover Education, 2 , 44. https://doi.org/10.1007/s44217-023-00070-x

Mustafa, M. Y., Tlili, A., Lampropoulos, G., et al. (2024). A systematic review of literature reviews on artificial intelligence in education (AIED): A roadmap to a future research agenda. Smart Learning Environments, 11 , 59. https://doi.org/10.1186/s40561-024-00350-5

Pishtari, G., Rodríguez-Triana, M. J., Sarmiento Márquez, E. M., Pérez-Sanagustín, M., Ruiz-Calleja, A., Santos, P., Prieto Santos, L. P., Serrano Iglesias, S., & Väljataga, T. (2020). Learning design and learning analytics in mobile and ubiquitous learning: A systematic review. British Journal of Educational Technology, 51 (4), 1078–1100. https://doi.org/10.1111/bjet.12944

Sosa-Díaz, M. J., Sierra-Daza, M. C., Arriazu-Muñoz, R., Llamas-Salguero, F., & Durán-Rodríguez, N. (2022). "EdTech integration framework in schools": Systematic review of the literature. Frontiers in Education, 7 , 895042. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.895042

Valverde-Berrocoso, J., Acevedo-Borrega, J., & Cerezo-Pizarro, M. (2022). Educational technology and student performance: A systematic review. Frontiers in Education, 7 , 916502. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.916502

Catatan akademik:

Literatur pada materi ini menggunakan sumber tahun 2020–2024 yang relevan dengan teknologi pendidikan, integrasi teknologi di sekolah, digital learning, artificial intelligence, learning analytics, virtual reality, instructional design, aksesibilitas, dan evaluasi teknologi pendidikan. Sitasi dalam materi menggunakan pola penulis-tahun yang mengacu pada format APA 7.