Peta konsep berikut memberikan gambaran hubungan antara hakikat Teknologi Pendidikan, landasan keilmuan, perkembangan paradigma, domain bidang, teknologi digital, peran teknolog pendidikan, serta penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan.
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Bidang keilmuan dan praktik untuk memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja.
Desain
Merancang sistem, pesan, strategi, karakteristik peserta didik, dan pengalaman belajar.
Pengembangan
Mengembangkan media, teknologi, bahan ajar, dan sumber belajar.
Pemanfaatan
Memanfaatkan proses dan sumber untuk mendukung pembelajaran.
Pengelolaan
Mengelola proyek, sumber, sistem penyampaian, dan informasi.
Evaluasi
Mengukur proses, hasil, asesmen, program, dan kinerja.
Landasan Keilmuan
Filosofis, psikologis, sosiologis, historis, ilmiah, dan etis menjadi dasar pengembangan solusi pendidikan.
Teknologi Digital
LMS, multimedia, mobile learning, AI, AR/VR, cloud, dan learning analytics mendukung pengalaman belajar.
Konteks Penerapan
Sekolah, perguruan tinggi, pelatihan, pendidikan inklusif, dan organisasi.
🎯 PEMECAHAN MASALAH PENDIDIKAN
Pembelajaran yang efektif, efisien, bermakna, inklusif, adaptif, etis, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
Cara Membaca Peta Konsep
Peta konsep dimulai dari Teknologi Pendidikan sebagai bidang keilmuan dan praktik. Teknologi Pendidikan memiliki landasan yang menjadi dasar dalam memahami masalah pendidikan dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta konteks belajar.
Solusi tersebut dapat diwujudkan melalui lima domain utama, yaitu desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi. Kelima domain tersebut saling berhubungan dan dapat berlangsung secara berulang sesuai dengan kebutuhan pemecahan masalah.
Perkembangan teknologi digital memperluas pilihan solusi pembelajaran. LMS, multimedia, mobile learning, kecerdasan buatan, AR/VR, cloud, dan learning analytics dapat digunakan apabila sesuai dengan tujuan, kebutuhan, karakteristik peserta didik, serta kondisi lingkungan belajar.
Seluruh proses tersebut diarahkan pada pemecahan masalah pendidikan dan peningkatan kualitas belajar serta kinerja. Oleh karena itu, teknologi tidak ditempatkan sebagai tujuan, tetapi sebagai bagian dari solusi yang dirancang secara sistematis, berbasis bukti, kontekstual, inklusif, aman, dan etis.